Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Bukan Piranha, Ternyata Hewan Ini Paling Mematikan di Amazon

Oleh: Redaksi Bernas•4 Juni 2017
Bukan Piranha, Ternyata Hewan Ini Paling Mematikan di Amazon
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Selama ini mungkin banyak yang menganggap hewan paling mematikan di sungai-sungai di Amazon adalah piranha. Padahal faktanya hewan mirip kerang kecil bernama re..."

🗓️ Dipublikasikan pada 4 Juni 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

HarianBernas.com ? Selama ini mungkin banyak yang menganggap hewan paling mematikan di sungai-sungai di Amazon adalah piranha. Padahal, faktanya hewan mirip kerang kecil bernama remis emas lebih berbahaya daripada piranha.

Ikan piranha hanya berbahaya bagi lingkungan apabila debit air di habitat mereka berkurang dan menyebabkan persaingan ketat dalam hal makanan.

Sementara remis emas mengancam keberadaan penghuni asli satu habitat, tak peduli bagaimana kondisi lingkungannya. Karena remis emas hanya tahu makan, tidur, dan bereproduksi.

Remis emas pertama kali mencapai Amerika pada tahun 1990-an dibawa oleh kapal Tiongkok. Tanpa predator alami, hanya dalam satu dekade populasinya membengkak dan menginvasi sungai Amazon.

Ahli biologi Brasil Marcela Uliano da Silva mencoba menyelamatkan sungai Amazon dan area sekitar dari invasi remis emas.

Sebut saja, sejak remis emas menyumbat pipa pembangkit listrik di area tersebut, kerugiannya mencapai 250 juta rupiah per hari.

“Setiap hari aku merasa gelisah. Kesalahan sedikit saja dapat membuat semuanya kacau. Tapi aku harus berani mengambil risiko,” katanya seperti dilansir dari Elite Readers baru-baru ini.

Alih-alih menghadirkan predator alami atau menggunakan bahan-bahan kimia, Silva lebih memilih menggunakan rekayasa DNA dan menargetkan gen spesifik pada remis emas.

Strateginya yakni menginjeksi RNA yang akan mematikan kemampuan bertahan pada gen remis emas.

Ilmuwan cantik tersebut berharap percobaannya ini dapat berjalan lancar dan melihat hasilnya di masa depan, sebelum lingkungan Amazon hancur karena keberadaan populasi tak terkendali remis emas.

Tag:#nasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram