Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Inilah Novel Spider-Man, Bukan Peter Parker, Tapi Pemuda Amerika Latin Ini

Oleh: Redaksi Bernas•26 Mei 2017
Inilah Novel Spider-Man, Bukan Peter Parker, Tapi Pemuda Amerika Latin Ini
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"HarianBernas com Tentunya fans Marvel sudah tidak sabar menanti kehadiran film Spider Man Homecoming di bioskoTapi apakah kamu tahu bahwa ada satu lagi manusia..."

🗓️ Dipublikasikan pada 26 Mei 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

HarianBernas.com ? Tentunya, fans Marvel sudah tidak sabar menanti kehadiran film Spider-Man: Homecoming di bioskop. Tapi apakah kamu tahu bahwa ada satu lagi manusia laba-laba yang akan memulai debut-nya dalam bentuk media cetak?

Dia adalah Miles Morales, Spider-Man versi lain kreasi Marvel Comics.

Berbeda dengan Peter Parker yang berkulit putih, Miles Morales ini berkulit coklat khas Amerika Latin.

Siapa Miles Morales? Kenapa dia mengenakan kostum Spider-Man? Penggemar berat Marvel tentunya tahu bahwa Morales sudah menjadi  Spider-Man dalam komik sejak 2011 lalu.

Karakter Marvel satu ini berada di sebuah lini waktu di mana Peter Parker telah meninggal. Dan kini kisah Morales telah tertutur di dalam novel berjudul Miles Morales Spider-Man.

Apa alasan kenapa buku ini berjudul Miles Morales Spider-Man? Hal itu di karenakan buku ini akan lebih berpusat pada pribadi Miles.

Amazon memberikan keterangan bahwa novel ini ditulis oleh seorang penulis pemenang beberapa penghargaan, Jason Reynolds (When I Was the Greatest, Ghost).

Sedangkan ilustrasinya digarap oleh Kadir Nelson. Reynold mengatakan, “Kenyataan bahwa orang di balik topeng Spider-Man adalah orang Puerto Rico yang berkulit cokelat akan megubah segala-nya”.

Dikisahkan, Miles adalah seorang pemuda berkulit gelap keturunan Afro-America dan Puerto Rico. Ia lahir dan besar di Brooklyn.

Tujuan Marvel menghadirkan karakter Spider-Man kulit hitam ini, yaitu agar superhero tidak lagi dibeda-bedakan dari warna kulit.

“Spider-Man telah menjadi superhero favorit saya sejak saya kecil, dan saya sangat senang melihat kehadiran seorang anak muda berkulit cokelat seperti saya waktu muda, kini telah menjadi wajah baru di balik topeng Spider-Man.

Saya sangat senang melihat keragaman dalam dunia superhero, dan saya yakin ini akan menginspirasi penggemar generasi baru,” kata Kadir Nelson sang ilustrator.

Novel ini baru akan dirilis 1 Agustus 2017, namun pre-order di Amazon sudah bisa dilakukan sejak kemarin (25/5/2017). Versi hardcover novel ini dijual dengan harga $12,19, atau sekitar Rp. 162.000.

Tag:#internasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram