JAKARTA, HarianBernas.com ? Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara soal aksi pemogokan yang dilakukan oleh Serikat Pekerja Buruh Indonesia (SPSI) cabang PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua.
Aksi mogok SPSI PT Freeport itu sudah berlangsung sejak 1 Mei 2017 lalu. Menanggapi hal tersebut, Luhut mengaku bahwa Freeport sedang ingin melakukan pengurangan pegawai. Berkurangnya jumlah pekerja di lapangan bukan menjadi masalah yang besar bagi Freeport.
“Kalau mogok itu sebenarnya sebagian mau beri golden shake hand dalam rangka mengurangi pegawainya.
Jadi tidak ada serius matter mengenai Freeport,” ucap Luhut, Selasa (23/5/17).
Selain itu, para pekerja yang diputus kerjanya atau kena pemutusan hubungan kerja (PHK) akan diberi pesangon yang besar. Menurutnya, pekerja yang di-PHK bisa mendapat pesangon hingga Rp 2 miliar.
“Ada program pengurangan pegawai dengan golden shake hand, kalau enggak salah satu orang dapat Rp 2 milliar,” ungkapnya.
Terkait perundingan antara Pemerintah Indonesia dengan PT Freeport Indonesia, ia mengklaim sejauh ini berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah besar yang timbul. Pasalnya, ia sudah mendapat laporan langsung dari Menteri ESDM Ignasius Jonan.

