Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Mau Tidur Cukup Hanya Dalam 4 Jam? Ikuti Metode Leonardo da Vinci Ini!

Oleh: Redaksi Bernas•17 April 2017
Mau Tidur Cukup Hanya Dalam 4 Jam? Ikuti Metode Leonardo da Vinci Ini!
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Kamu hobi begadang setiap malam? Pasti waktu tidurmu berkurang dong. Padahal jika seseorang kekurangan waktu tidur, biasanya tubuhnya akan tidak fit..."

🗓️ Dipublikasikan pada 17 April 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita kesehatan terbaru →

HarianBernas.com ? Kamu hobi begadang setiap malam? Pasti waktu tidurmu berkurang dong.

Padahal jika seseorang kekurangan waktu tidur, biasanya tubuhnya akan merasa sangat kelelahan. Kalau sudah begini, kegiatan sehari-harimu jadi terganggu.

Kondisi tubuhmu juga nggak fit dan akan lebih mudah terserang penyakit.

Salah satu maestro besar Leonardo da Vinci yang muncul di zaman Renaissance sudah pasti membutuhkan waktu sangat banyak untuk mengembangkan ide-idenya.

Menjadi seorang pemikir dengan banyak ide membuatnya harus memanfaatkan waktu yang ia miliki sebaik mungkin. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi waktu tidurnya.

Nggak mungkin dong, seorang maestro besar seperti dirinya akan menghabiskan waktu hanya untk tidur.

Metode yang digunakan oleh Leonardo da Vinci ini bernama ?physiological?, dimana ia bisa tidur selama beberapa kali dalam 24 jam.

Da Vinci hanya tidur selama 15 menit setiap 4 jam. Jika dijumlahkan, dirinya hanya memiliki waktu tidur untuk beristirahat selama 1,5 jam sehari. Luar biasa kan?

Waktu tidurnya yang seharusnya 5-8 jam itu hanya ia gunakan 1,5 jam saja. coba deh kamu bayangkan betapa sibuknya dirinya untuk mengembangkan ide-idenya.

Dengan hanya menggunakan 1,5 perhari untuk tidur, ia memiliki tambahan waktu 5-6 jam untuk bekerja mengembangkan kreativitasnya.

Da Vinci mengatakan jika dirinya menggunakan metode itu selama bertahun-tahun dan tidak pernah merasa lelah.

Secara psikologis, waktu paling produktif untuk bekerja dan melakukan kreativitas mengikuti waktu dan pola tidur. Hal itu berkaitan erat dengan seseorang yang meiliki kapasitas kerja sangat tinggi.

Mengurangi waktu tidur dengan tidur beberapa kali sehari selama 15 menit setiap 4 jam sekali akan membuat ketajaman seseorang dalam berpikir meningkat.

Para ahli kemudian melakukan penelitian yang berkaitan dengan waktu tidur berdasarkan apa yang Leonardo da Vinci lakukan. Kamu sekarang bisa memilih waktu istirahat yang paling pas buat kamu tanpa membuat etos kerja kamu menurun.

  • Tidur selama 30 menit setiap 6 jam sekali, metode ini dinamakan dengan metode dymaxion.
  • Tidur selama 20 menit setiap 4 jam sekali, metode ini dinamakan dengan metode uberman
  • Tidur malam hari hanya selama 1,5 jam-3 jam dan kemudian tidur lagi tiga kali dalam sehari. Setiap tidur siang masing-masing waktunya hanya selama 20 menit.

    Metode ini dinamakan metode everyman.

  • Tidur malam hanya selama 2 jam dan tidur sekali saat tengah hari selama 20 menit. Metode ini diberi nama dengan metode tesla.
  • Tidur malam hari hanya selama 5 jam dan 1,5 jam saat siang hari. Metode ini diberi nama dengan metode siesta.

Yang harus kamu ingat saat melakukan metode diatas agar kamu bisa memiliki waktu kerja yang lebih banyak adalah tubuh setiap orang berbeda.

Kapasitas seseorang untuk bisa menerima waktu istirahat yang begitu singkat tidak sama dengan kapasitas istirahat yang dimiliki orang lain.

Jangan sampai, ketika kamu mencoba salah satu metode diatas, kamu justru jadi sakit dan nggak bisa melakukan apapun.

Jika kamu ingin melakukan pengurangan waktu istirahatmu dengan jadwal baru agar kamu bisa memiliki tambahan waktu lebih banyak untuk bekerja, lebih baik kamu benar-benar yakin apakah tubuhmu mampu menerima waktu istirahat yang hanya begitu singkat. Lakukan perlahan sebelum kamu benar-benar mengurangi waktu tidurmu secara langsung.

Kalau kamu tetap memaksa dirimu, bisa-bisa kamu sakit.

Tag:#kesehatan#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram