JAKARTA, HarianBernas.com – Polisi berhasil mengamankan dua pelaku bandar narkoba sindikat Internasional di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada Selasa (21/3). Namun sayang, satu dari kedua pelaku ini harus meregang nyawa usai kena timah panas polisi lantaran melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
Menurut, Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto, selain di Malaysia, sindikat ini juga beroperasi di Aceh, Medan dan Jakarta.
Eko menjelaskan, dua tersangka berinisial H dan Al ini ditangkap hasil dari pengembangan kasus sebelumnya dimana polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 6,5 kilogram, 190 ribu butir pil ekstasi, dan 50 ribu butir pil Happy Five di sebuah ruko mewah di Jakarta dan di Bogor.
Dari situ, petugas menangkap seorang pengendali narkoba di Jakarta yang berinisial M. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, M diperintah H dari Medan.
Berkoordinasi dengan Wadir Reserse Narkoba Polda Sumut AKBP Yossy, langsung mengerahkan tim gabungan menuju sebuah perumahan di Helvetia, Medan dan menangkap H.
Selain itu, polisi juga menembak mati koordinator pengantar (transporter) distribusi narkoba karena melawan.
“Bandar tersebut berinisial H. Sementara, pengantar distribusinya berinisial A alias AI,” ungkap Eko di Medan, Kamis (23/03/17).
Eko menjelaskan, dari tangan kedua pelaku polisi berhasil menyita dua bungkus pil Happy Five, sepucuk senpi revolver SMW, sepucuk senjata AK-47 lipat, 250 butir peluru kaliber 5,6, sebuah pisau, sejumlah buku tabungan, satu unit kendaraan Harley-Davidson dan empat unit mobil.

