Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Dikira Bendera Belanda, Bendera Perancis Dibakar di Turki

Oleh: Redaksi Bernas•14 Maret 2017
Dikira Bendera Belanda, Bendera Perancis Dibakar di Turki
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"sekelompok orang di Turki membakar bendera Perancis saat melakukan aksi protes karena salah mengiranya sebagai bendera Belanda..."

🗓️ Dipublikasikan pada 14 Maret 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

HarianBernas.com – Perancis dan Belanda sama-sama menggunakan warna merah, putih, dan biru dalam desain benderanya. Bedanya adalah jika warna-warna pada bendera Perancis tersusun secara vertikal dengan warna biru dan merah di ujung kiri dan kanannya, maka warna-warna bendera Belanda tersusun secara horizontal dengan warna merah berada di bagian paling atas.

Kendati bendera kedua negara tersusun secara berbeda, ternyata kesamaan warna yang digunakan bisa membawa salah kaprah bagi orang awam. Hal itulah yang belum lama ini terjadi di kota Samsun, Turki utara.

Pada hari Minggu (14/3/2017), sekelompok orang di Turki membakar bendera Perancis saat melakukan aksi protes karena salah mengiranya sebagai bendera Belanda.

Cuplikan video yang beredar menunjukkan kalau massa berjumlah belasan orang tersebut awalnya menaruh bendera Perancis di atas tanah beton. Salah seorang di antara mereka kemudian menyiramkan cairan mudah terbakar ke atas bendera sebelum kemudian membakarnya. Tidak jauh dari situ, lima orang lainnya terlihat membentangkan bendera nasional Turki.

Aksi protes salah sasaran itu sendiri muncul setelah Menteri Luar Negeri Turki dilarang berkunjung ke Rotterdam untuk menggelar parade bersama dengan warga etnis Turki setempat.

Parade tersebut merupakan bagian dari upaya kabinet pimpinan Recep Erdogan untuk menggalang dukungan menjelang referendum perubahan konstitusi di Turki.

Jika mayoritas pemilih setuju dengan perubahan konstitusi, Presiden Erdogan bakal memiliki kewenangan yang lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Tag:#internasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram