Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Penangkapan WN Tiongkok di PIK, Alarm Kejahatan Lintas Negara

Oleh: Redaksi Bernas•13 Maret 2017
Penangkapan WN Tiongkok di PIK, Alarm Kejahatan Lintas Negara
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Penggrebekan terhadap kasus penipuan internasional di dunia maya yang dilkaukanpiluha warga negara asal Tiongkok dan Taiwan di Pantai Undang Kapuk (PIK) ?Jakart..."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 Maret 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita olahraga terbaru →

JAKARTA, HarianBernas.com – Penggrebekan terhadap kasus penipuan internasional di dunia maya yang dilkaukanpiluha warga negara asal Tiongkok dan Taiwan di Pantai Undang Kapuk (PIK)  Jakarta Utara menjadi alarm bagi aparat penegah hukum akan bahaya kejahatan lintas negara.

Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR, Sufi Dasco Ahmad di Jakarta, Selasa (14/3/2017). ?Ini alarm bahaya kejahatan lintas negara yang semakin mengkhawatirkan,? ujarnya.

Dalam hitungan dua tahun terakhir sejak 2015, kawasan PIK  dijadikan markas kejahatan kelas kakap yang melibatkan warga asing. Ia mencatat pada Mei 2015 misalnya, kepolisian melakukan pennagkapan terhadap 30 warga Tiongkok yang melakukan penipuan melalui dunia maya di Jalan Elang Laut Boulevard PIK.

Kemudian pada Mei 2016, Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap 2 warga Tiongkok sebagai pengedar sabu seberat 2 Kilogram. Tak hanya itu, November 2016 BNN kembali menangkap pengedar 29505 butir ekstasi di sebuah mall di PIK.

Ia menilai perlunya perhatian khususnya dari pemerintah dan penegaka hukum di kawasan elit PIK yang acapkali dijadikan markas dalam melakukan kejahatan kelas kakap oleh penjahat lintas negara.

Dasco berpendapat posisi PIK yang eklusif di pinggir laut menjadi tempat yang memudahkan untuk melarikan diri melewati jalur laut.

?Banyak rumah yang di bagian belakangnya memiliki dermaga sehingga sang penghuni bisa bebas keluar masuk wilayah tersebut tanpa terdeteksi,? ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu ebrpendapat bila PIK masih menyatu dengan daratan Jakarta misalnya, bakal menjadi rawan tindak pidana lintas negara. Ia membayangkan dengan adnaya proyek reklamasi yang menjadikan pulau-pulau baru bukan tidak mungkin memudahkan kejahatan linats negara.

Ia menilai boleh jadi  pulau-pulau tersebut akan menjadi home base kejahatan lintas negara yang baru. Akan menjadi sulit mengawasi lalu lintas masuk dan keluar orang dan barang ke pulau-pulau tersebut.

Pasalnya langsung terhubung ke lautan lepas.

?Kami menyerukan kepada aparat keamanan dan pemerintah untuk segera membuat grand design tindakan-tindakan hukum khusus untuk mengantisipasi semakin meningkatnya kejahatan lintas negara di pesisir utara Jakarta. Situasinya sudah begitu urgent,? pungkasnya.

Tag:#olahraga#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram