Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Astaga, Pria Ini Tega Sodomi Temannya di Masjid

Oleh: Redaksi Bernas•8 Maret 2017
Astaga, Pria Ini Tega Sodomi Temannya di Masjid
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Ada-ada saja kelakuan manusia untuk memuaskan nafsu setannya. Seperti yang satu ini seorang pria tega melakukan tindakan asusila sodomi...."

🗓️ Dipublikasikan pada 8 Maret 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, HarianBernas.com – Ada-ada saja kelakuan manusia untuk memuaskan nafsu setannya. Seperti yang satu ini, seorang pria tega melakukan tindakan asusila sodomi kepada temannya. Ironisnya, perbuatan itu dilakukan di dalam masjid.

Ya, pelaku yang diketahui bernama Evan Haris Setyawan ini tega menyodomi temannya yang masih di bawah umur.

Bahkan, perbuatan tidak sononoh itu sudah dilakukannya sebanyak enam kali selama lima bulan terakhir. 

“Pelaku melakukan hal itu (sodomi ke temannya) sudah sejak Mei hingga September,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kepada wartawan, Rabu (8/3/17).

Kejadian itu berawal pada setahun yang lalu, dimana Evan dan korban berkenalan dan sering bertemu di di Masjid Al Qohar di Jalan Pulosari. 

Pada bulan Mei, seusai Shalat Dzuhur, Evan yang merupakan warga Jalan Gunung Sari, Wonokromo itu mengajak korban ke lantai 2 Masjid. Disanalah Evan memuaskan nafsu bejatnya tersebut. 

Meski demikian, Evan mengaku perbuatannya itu tidak ada paksaan ataupun ancaman terhadap korban. Namun, anehnya korban menurut saja ajakan korban tersebut.

Evan juga mengaku, dirinya merupakan pria normal. Bahkan, ia mengatakan masih suka perempuan dan sudah lima kali berpacaran dengan perempuan. 

“Perlakuan tersangka terhadap korban itu diakuinya hanya ingin merasakan berhubungan dengan pria,” tutur Shinto. 

Setelah perbuatan keji itu terus terulang hingga enam kali di lokasi yang sama dan waktu yang sama yakni usai Shalat Dzuhur dan Ashar, korban sudah tak tahan dan bercerita kepada guru di sekolah korban.

“Korban mencoba curhat dengan guru BP/BK di sekolahnya. Setelah itu duru langsung menghubungi orang tua korban dan melapor ke kami (polisi),” jelasnya. 

Shinto mengaku terus mendalami kasus ini.

Ditakutkan, masih ada korban lain dari perbuatan pelaku.”Untuk korban lainnya, kami masih terus menyelidiki,” tukasnya. 

Tag:#nasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram