HarianBernas.com – Kelanjutan kompetisi sepak bola Argentina terancam berantakan. Pasalnya pemain-pemain di sejumlah klub menolak untuk turun bertanding karena gaji mereka telat dibayar. Hari Jumat (3/3/2017) lalu contohnya.
Ada dua pertandingan Liga Primer yang terpaksa dibatalkan akibat aksi mogok pemain. Kedua pertandingan tersebut adalah San Lorenzo kontra Belgrano serta Rosario Central dan Godoy Cruz.
Klub-klub di Argentina sekarang memang tengah dilanda kesulitan keuangan. Bahkan di sejumlah klub, para pemain sudah tidak menerima gajinya selama berbulan-bulan.
Serikat pemain profesional Argentina pun memperingatkan kalau aksi mogok pemain akan terus berlanjut hingga para pemain menerima hak-hak mereka.
Krisis yang menimpa sepak bola Argentina bermula ketika tokoh-tokoh Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) ditangkap atas tuduhan korupsi terkait hak siar televisi. Skandal tersebut lantas memaksa AFA menunda paruh kedua kompetisi Liga Primer hingga bulan Maret. Namun batalnya dua pertandingan Liga Primer membuat kelanjutan kompetisi ini kembali diliputi tanda tanya.
Pemerintah Argentina sendiri bukannya tidak peduli akan kasus ini.
Pada hari Kamis (2/3/2017), Presiden Mauricio Macri mengucurkan dana senilai 22 juta dollar untuk AFA sebagai kompensasi atas batalnya kontrak hak siar liga.
Namun menurut serikat pemain, jumlah tersebut dianggap belum cukup karena para petinggi klub dituding sudah meminjam dan menghabiskan dana yang jumlahnya lebih besar.

