JAKARTA, HarianBernas.com – Jaringan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) melantik kepengurusan Prodem periode 2016-2018. Pada kongres ke VI di Taman Wiladatika, Cibubur, beberapa waktu lalu, Bambang Joedo Pramono terpilih sebagai ketua Majelis dan Satyo Purwanto sebagai Sekretaris Jenderal terpilih secara aklamasi.
Sekjen Prodem terpilih Satyo Purwanto menyatakan, pada pelantikan ini, Prodem mengangkat tema 'Demokrasi dan Kesejahteraan'.
“Tema ini diambil merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian aktivis Pro Demokrasi melihat situasi politik nasional dengan hiruk pikuk kondisi sosial politik, ancaman konflik vertikal dan horizontal, sentimentasi politik aliran dan kelompok, liberalisasi ekonomi kelompok pemilik modal serta kondisi kesejahteraan rakyat kaum marginal,” urai Satyo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/1/2017).
Lanjut Komeng sapaan akrab dari Satyo, bagi Prodem, demokrasi dan kesejahteraan merupakan komitmen bangsa Indonesia yang harus terus dikawal dan diperjuangkan sebagaimana tertuang dalam konstitusi UUD 1945 Pasal 33 (1) bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Dari UUD 1945 ini, menurut Satyo, jelas tersirat nilai dasar perjuangan para founding father dalam mendirikan negara Indnesia yang merdeka yakni memperjuangkan demokrasi ekonomi, demokrasi politik dan sosio-demokrasi, seperti dikatakan Bung Karno.
“Bagi saya kesejahteraan umum itu sumber kebahagiaan rakyat, negara tidak boleh menjadi tempat bagi penggarong atas nama kapital, atas nama komoditi,” terang Satyo.
Satyo menekankan, sosio demokrasi yang dimaksud adalah musyawarah mufakat bukan demokrasi liberal barat tetapi mengandung permusyawaratan, perwakilan dalam mencari pemufakatan yang mampu menghasilkan kesejahteraan umum.
Masih kata Satyo, mencermati situasi politik.ekonomi dan sosial nasional (Sitnas) saat ini melalui momentum pelantikan Pengurus periode 2016-2019, Prodem mengingatkan dan menegaskan kepada seluruh komponen bangsa untuk bersatu mengawal transisi demokrasi dengan menjunjung tinggi kebhinekaan dan Persatuan Indonesia.

