HarianBernas.com – Banyak orang tua yang memiliki pemikiran bahwa anak yang cerdas pasti memiliki Inteiligence Quotient(IQ) yang tinggi dan masa depannya pasti cerah. Tahukah Anda bahwa tingginya nilai IQ tidak mempengaruhi bagaimana kesuksesan seorang anak.
Terdapat banyak anak yang tidak terlalu pintar di bagian akademik, tapi memiliki posisi yang lebih unggul dalam sebuah perusahaan dibandingkan mereka yang pintar dalam bidang akademik. Kecerdasan intelektual seseorang memang tidak bisa menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang.
Salah satu faktor lain yang tidak kalah penting dari Intelegensi Quotient atau IQ adalah Emotional Intelligence atau EI.
Kecerdasan intelektual hanyalah faktor penyumbang sebesar 20% untuk keberhasilan seseorang. Sementara itu, kecerdasan emosional akan menyumbang sekitar 80% untuk keberhasilan seseorang. Kedua kecerdasan itu sangat diperlukan bagi seorang anak dalam proses belajar.
Kecerdasan intelektual tidak akan berjalan dengan baik apabila penghayatan emosional juga tidak baik tidak perlu adanya keseimbangan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual.
Keseimbangan antara dua kecerdasan inilah yang membuat seorang anak akan sukses di kemudian hari.
Berikut ini adalah berbagai cara yang bisa Anda terapkan pada anak sehingga memiliki kecerdasan emosional yang baik.
1. Membangun hubungan yang dekat dan baik antara orangtua dan anak
Dasar yang penting untuk pertumbuhan anak adalah sang anak memiliki kedekatan hubungan dengan orangtua.
Kedekatan hubungan orangtua dan anak akan menentukan bagaimana kecerdasan anak dan pembentukan karakternya.
Ketika anak bertumbuh semakin dewasa, akan semakin erat pula ikatan emosional antara dirinya dengan orangtua.
Dengan memiliki hubungan yang dekat, anak-anak akan jauh dari krisis kasih sayang.
2.
Jangan membandingkan kemampuan anak dengan teman-temannya
Apabila anak memiliki kemampuan yang rendah, biasanya Anda sebagai orang tua akan prihatin. Terbesit rasa iri ketika Anda melihat kemampuan anak orang lain. Jangan mengkritik atau membandingkan kemampuan anak dengan teman-temannya karena akan membuat anak memiliki pribadi yang tidak percaya diri.
Anda harus memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Anak Anda mungkin belum menunjukkan saja kemampuan yang dimilikinya.
Tugas Anda adalah mencari kemampuan apa yang masih disembunyikannya sehingga ia bisa memunculkan kemampuannya tersebut.
3.
Mendengarkan setiap keluhan yang dikatakan oleh anak
Biasanya, anak kecil akan mengeluh ini itu ketika terdapat suatu hal atau suatu kegiatan yang tidak cocok dengan dirinya. Sebagai orangtua, Anda sebaiknya mendengarkan keluhan-keluhan yang dikatakan oleh anak Anda. Ketika anak Anda mengeluhkan suatu hal, Anda bisa melihat bagaimana cara anak memandang permasalahan yang sedang dihadapinya.
Jangan lupa untuk menggunakan kalimat penenang agar anak bisa memahami permasalahan yang sedang dihadapinya.
Jangan pernah menegur bahwa ia tidak boleh mengeluh karena akan membuat ia menjadi pendiam dan menyimpan seluruh beban permasalahan di dalam hatinya.
Tentu saja, hal ini akan membuat beban mental.
4.
Jangan bertengkar dengan siapapun di hadapan anak
Kecerdasan emosi anak juga dipengaruhi dari bagaimana Anda memperlakukan pasangan Anda. Beberapa kali, Anda dan pasangan mungkin sempat bertengkar. Ada baiknya jika Anda tidak menunjukkan pertengkaran tersebut pada anak Anda.
Apabila selalu menunjukkan bahwa Anda dan pasangan selalu saling mengasihi maka secara tidak langsung anak akan tumbuh dengan cara yang serupa.
Mereka juga memiliki kontrol emosi yang baik sehingga hubungan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya juga akan baik.

