HarianBernas.com – Kabar kurang menggembirakan disampaikan oleh pemerintah Jepang mengenai generasi mudanya. Menurut temuan terbaru pemerintah Jepang, jumlah murid sekolah dasar dan menengah yang mengalami gangguan penglihatan mengalami peningkatan tajam di tahun 2016 ini. Terlalu seringnya generasi muda menghabiskan waktu di depan layar monitor perangkat elektronik dituding sebagai penyebab utamanya.
Berdasarkan survei kesehatan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Jepang, jumlah siswa sekolah dasar Jepang dengan penglihatan sehat persentasenya hanya sekitar 31,46 persen.
Survei pada siswa-siswi sekolah menengah mendapatkan hasil yang lebih baik. Jumlah siswa sekolah menengah junior yang memiliki mata sehat adalah 54,63 persen.
Sementara pada golongan sekolah menengan senior, jumlah persentasenya mencapai hampir 66 persen.
Staf kementerian beranggapan kalau fenomena ini terjadi akibat adanya perubahan gaya hidup.
Semakin banyaknya perangkat hiburan elektronik seperti ponsel pintar (smartphone) dan permainan video membuat anak-anak tadi tanpa sadar menghabiskan waktu lebih banyak dan lebih sering menatap layar monitor dalam jarak yang terlampau dekat.
Walaupun menemukan hasil yang mengkhawatirkan terkait kesehatan penglihatan generasi muda, pihak kementerian juga mendapatkan hasil positif dari survei kesehatan yang sama. Jumlah anak-anak Jepang yang menderita masalah gigi berlubang dan kelebihan berat badan dilaporkan mengalami penurunan.

