Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Indonesia Punya Pabrik Garam Farmasi

Oleh: Redaksi Bernas•9 Desember 2016
Indonesia Punya Pabrik Garam Farmasi
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Pabrik Garam Farmasi I yang didirikan di Watudakon, Jombang, Jawa Timur merupakan pabrik bahan baku obat pertama di Indonesia mulai beroperasi pada, Kamis (8/12..."

🗓️ Dipublikasikan pada 9 Desember 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita daerah terbaru →

JAKARTA, HarianBernas.com ? Pabrik Garam Farmasi I yang didirikan di Watudakon, Jombang, Jawa Timur merupakan pabrik bahan baku obat pertama di Indonesia mulai beroperasi pada, Kamis (8/12/16) lalu. Pabrik tersebut dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT Kimia Farma.

Diungkapkan Kepala BPPT Unggul Priyanto, bahwa spesifikasi garam farmasi ini sangatlah tinggi. Maka tidaklah mengherankan bila harganya bisa berkali lipat dibanding harga garam rakyat.

“Hal ini yang mendorong BPPT mengembangkan inovasi garam farmasi yang 100 persen berbahan dasar lokal.

Perlu keberanian bagi industri farmasi untuk memproduksi ini, dan PT Kimia Farma telah mewujudkannya dengan berdirinya pabrik garam farmasi pertama di Indonesia,” katanya, Sabtu (10/12/16).

Ia mengungkapkan dominasi bahan baku obat impor ke Indonesia mendapat perhatian sangat serius dari Pemerintah. Dengan angka yang mencapai 95 persen, tentunya hal ini menjadi tantangan besar bagi seluruh pihak, baik industri farmasi, lembaga penelitian dan pemerintah untuk mencari jalan keluarnya.

Garam farmasi, katanya, merupakan salah satu bahan baku obat yang sangat dibutuhkan. Tidak saja bagi industri farmasi, garam farmasi juga dibutuhkan untuk industri ?food and beverage,? bahkan industri kosmetik.

Menurut Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Rusdi Rosman, Kementerian Kesehatan telah membuat peta jalan yang komprehensif, salah satunya adalah agar industri farmasi Indonesia mulai bergerak dari hulu, yakni menghasilkan bahan baku obat.

“Alhamdulillah Indonesia sudah berhasil mencatat sejarah mengingat pabrik garam farmasi ini merupakan pabrik bahan baku pertama di Indonesia yang memiliki kapasitas produksi 2.000 ton per tahun.

Kami harapkan akan membantu mengurangi ketergantungan impor garam farmasi,” jelas Rusdi.

Pihaknya juga akan segera melakukan pembangunan pabrik garam farmasi ke dua dengan kapasitas 4.000 ton per tahun dalam waktu dekat. Saat pabrik bahan baku obat ini beroperasi perdana dilakukan juga pengiriman pertama kepada lima perusahaan industri yang telah memesan langsung garam farmasi yakni PT MJB Pharma, PT Indofarma Tbk, Labiomed DitkesAD, PT Gracia Pharmindo dan PT Djojonegoro C-1000.

Tag:#daerah#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram