HarianBernas.com — Kanguru pastinya adalah hewan yang tidak asing bagi kita semua. Hewan ini sangat mudah dikenali dengan melihat posturnya yang tegak, kebiasaannya melompat-lompat, dan adanya kantong di bagian perutnya. Adanya kantong di perut kanguru tidak lepas dari perilaku berkembang biak hewan yang bersangkutan.
Berdasarkan metode berkembang biaknya, kanguru termasuk dalam golongan vivipar.
Hewan-hewan yang termasuk dalam golongan ini berkembang biak dengan cara mengandung dan melahirkan bayinya.
Tidak seperti hewan-hewan mamalia lainnya, kanguru tidak memiliki tali pusar sehingga induk kanguru tidak bisa memberi makan anaknya yang masih ada dalam kandungan.
Kanguru hanya mengalami kehamilan selama satu bulan dan melahirkan bayinya dalam posisi duduk. Ketika lahir, bayi kanguru ukurannya hanya sebesar lebah.
Bayi mungil tersebut selanjutnya akan memanjat ke dalam kantong induknya.
Selain berfungsi sebagai tempat berlindung bagi bayi kanguru, di dalam kantong kanguru betina juga terdapat puting susu yang dibutuhkan oleh bayi kanguru untuk makan dan bertumbuh.
Jika bayi kanguru sudah cukup besar, bayi kanguru sesekali akan keluar berjalan-jalan sebelum kemudian masuk kembali ke dalam kantong induknya. Kalau kanguru muda tersebut ukurannya sudah terlampau besar, bagian kaki dan ekornya akan terlihat menyembul dari dalam kantong.
Kanguru biasanya baru meninggalkan kantong induknya secara permanen pada usia 10 bulan.
Kanguru bukanlah satu-satunya hewan mamalia yang memiliki kantong. Hewan-hewan khas Australia lainnya seperti wombat dan koala juga memiliki kantong untuk menampung dan menyusui anaknya. Dalam ilmu zoologi, hewan-hewan berkantong tadi dikenal dengan sebutan marsupial.

