Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Meriam Terbesar di Dunia Nyaris Dibangun di Irak

Oleh: Redaksi Bernas•18 Oktober 2016
Meriam Terbesar di Dunia Nyaris Dibangun di Irak
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Salah satu cara Saddam memperkuat militernya tersebut adalah dengan membangun meriam artileri terbesar di dunia...."

🗓️ Dipublikasikan pada 18 Oktober 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

HarianBernas.com – Ketika masih memimpin Irak, Saddam Hussein memiliki ambisi menjadikan negeri kaya minyak tersebut sebagai negara terkuat di kawasan Timur Tengah. Sudah barang tentu militer Irak harus diperkuat supaya ambisi tersebut bisa terwujud.

Salah satu cara Saddam memperkuat militernya tersebut adalah dengan membangun meriam artileri terbesar di dunia. Tidak main-main, jika meriam tersebut sudah tercipta, meriam yang bersangkutan rencananya akan memiliki panjang 156 m, diameter peluru 1 m, dan bobot 1.500 ton lebih.

Meriam yang sama rencananya akan diberi nama Babilon Besar.

Sementara proyek pembuatan meriamnya dikenal dengan sebutan Proyek Babilon. Nama Babilon sendiri diambil dari ibukota suatu kerajaan yang pernah berdiri di Irak pada ribuan tahun sebelum Masehi.

Walaupun terlihat mengerikan, Babilon Besar secara teoritis tidaklah seefektif penampilannya. Ukuran dan bobotnya yang luar biasa besar membuat meriam tersebut mustahil untuk dipindahkan dalam kondisi utuh.

Setiap kali Babilon Besar ditembakkan, meriam tersebut akan menimbulkan getaran yang bisa dirasakan dari kejauhan. Babilon Besar secara teoritis juga merupakan sasaran empuk bagi pesawat-pesawat musuh.

Ada beberapa perkiraan mengenai kenapa Saddam memerintahkan pembuatan Babilon Besar. Jarak tembaknya yang jauh akan memberikan efek gentar kepada negara-negara tetangga Irak.

Dugaan lain menyatakan kalau Babilon Besar rencananya akan digunakan untuk menembakkan peluru berbahan kimia ke udara.

Begitu peluru tersebut meledak di ketinggian, kabut yang ditimbulkannya akan menghalangi pandangan satelit mata-mata musuh.

Proyek Babilon dimulai pada tahun 1988 dengan biaya riset senilai 25 juta dollar AS. Proyek tersebut dipimpin oleh ilmuwan berkebangsaan Kanada yang bernama Gerald Bull.

Proyek Babilon dalam perkembangannya tidak pernah tuntas setelah pada tanggal 22 Maret 1990, Bull tewas ditembak oleh orang yang identitasnya tidak jelas.

Ketika Perang Teluk berakhir pada tahun 1991 dengan kekalahan Irak, sebagian komponen Babilon Besar disita oleh PBB.

Sementara komponen lain yang rencananya akan diimpor secara sembunyi-sembunyi oleh pemerintah Irak juga disita oleh aparat negara-negara Eropa.

Tag:#internasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram