HarianBernas.com – Normalnya, hewan akan berenang dengan posisi perut menghadap perut menghadap ke bawah air dan punggung menghadap atas. Namun tidak demikian halnya dengan serangga yang satu ini. Karena serangga ini justru berenang dengan posisi punggung menghadap ke dasar air.
Gaya berenangnya yang unik tersebut lantas membuat serangga ini dikenal dengan nama perenang punggung (backswimmer). Untuk bergerak, perenang punggung menggerakkan sepasang kaki belakangnya layaknya dayung.
Sementara kaki-kakinya yang lain berada dalam posisi terlipat.
Bukan untuk alasan bergaya semata serangga ini berenang dengan posisi demikian. Perenang punggung menjadikan hewan-hewan di permukaan air sebagai makanannya. Jadi ketika ada hewan semisal serangga yang jatuh di permukaan air, perenang punggung hanya perlu merenggut mangsanya dari bawah air dan menenggelamkannya.
Perenang punggung bisa mengetahui ada tidaknya serangga yang jatuh ke permukaan air dengan mendeteksi getaran yang ditimbulkannya.
Posisi berenang demikian juga membuat perenang punggung lebih mudah mengetahui keberadaan hewan-hewan di luar air yang mungkin akan memangsanya. Jika ada hewan berukuran besar yang menampakkan diri di permukaan, perenang punggung hanya perlu menyelam dan baru kembali ke permukaan begitu keadaan dirasa sudah aman.
Perenang punggung memiliki mulut yang bentuknya seperti jarum. Untuk makan, ia akan menusukkan mulutnya tersebut ke tubuh mangsanya dan menghisap cairan tubuhnya.
Cara makan demikian lazim digunakan oleh serangga-serangga yang tergolong dalam famili Hemiptera. Selain perenang punggung, serangga lain yang juga termasuk dalam famili ini adalah walang sangit dan kepik pembunuh.

