HarianBernas.com – Melihat foto di atas, mungkin anda akan berpikir kalau itu adalah pita merah biasa. Faktanya, benda di atas adalah telur dari makhluk hidup. Tepatnya telur milik siput laut telanjang atau yang dikenal juga sebagai Nudibranchia.
Dalam bahasa Latin, kata nudibranchia secara harfiah berarti ?insang telanjang?.
Penamaan tersebut diberikan karena hewan-hewan yang termasuk dalam Nudibranchia telanjang alias tidak memiliki cangkang dan bernapas memakai insang.
Ada ribuan spesies siput laut telanjang yang sudah diketahui oleh para ahli dan mereka umumnya ditemukan di perairan bersuhu tropis.
Bukan hanya telurnya yang terlihat indah. Siput laut telanjang juga memiliki penampilan yang berwarna-warni.
Penampilan demikian bukan untuk pamer keindahan semata. Tapi untuk memperingatkan hewan-hewan laut lain yang berukuran lebih besar kalau dirinya mengandung racun.
Dampak yang ditimbulkan racun siput laut adalah memberikan rasa tidak enak bagi hewan yang memakannya.
Siput laut telanjang mengeluarkan telur-telurnya dalam selongsong berbentuk pita yang berwarna cerah.
Selongsong telur tersebut juga dilengkapi dengan lendir yang lengket supaya telur-telur di dalamnya tidak terseret arus laut.
Jumlah telur yang dihasilkan oleh siput laut telanjang berjumlah antara ribuan atau bahkan jutaan butir. Ketika menetas, bayi siput laut akan meninggalkan selongsong telurnya dan hidup melayang layaknya plankton. Ketika sudah berukuran cukup besar, siput laut muda akan mencari ubur-ubur atau anemon untuk menyerap racunnya.

