Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Cekrek? Suara Shutter Ponsel di Jepang Tidak Bisa Di-silent.

Oleh: Redaksi Bernas•4 Oktober 2016
Cekrek? Suara Shutter Ponsel di Jepang Tidak Bisa Di-silent.
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Fitur suara shutter sudah lama diperkenalkan sejak penjualan telepon genggam berkamera pada periode awal 2000an Jepang negara pertama yang menjual..."

🗓️ Dipublikasikan pada 4 Oktober 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita teknologi terbaru →

HarianBernas.com ? Pasca peluncuran iPhone 3GS di Jepang pada tahun 2008, fitur suara shutter ketika mengambil gambar dan bahkan screenshot tidak dapat dinon-aktifkan. Bahkan ketika penguna menggantinya menjadi mute mode, akan tetap ada suara yang keluar.

Fitur suara shutter tersebut sudah lama diperkenalkan sejak penjualan telepon genggam berkamera pada periode awal 2000an.

Jepang menjadi negara pertama yang menjual telepon genggam berkamera dan dapat mengirimkannya secara elektronik. Kyocera VP-210 adalah produk awal dengan fitur kamera 0.11 megapixel.

Seiring dengan perkembangan teknologi telepon genggam, semakin banyak pula orang yang mengirimkan foto melalui e-mail atau sha-mail. Tendensi sejumlah orang untuk mengambil foto bagian bawah dari perempuan yang mengenakan rok menjadi salah satu kekhawatiran utama.

Menurut Akimoto Akky, dalam tulisannya di The Japan Times pada tahun 2013, orang-orang mulai mendiskusikan permasalahan tersebut sejak 2001.

Seiring dengan berjalannya waktu, fitur mengirimkan foto menjadi salah satu fitur utama dari telepon genggam. Perusahaan penyuplai telepon genggam di Jepang pun berusaha memastikan bahwa setiap telepon genggam memiliki fitur suara shutter yang tidak bisa dimatikan.

NTT Docomo mengatakan fitur tersebut diimplementasikan untuk mencegah pengambilan gambar secara sembunyi-sembunyi atau berbagai isu privasi lainnya.

Juru bicara SoftBank pun memberikan jawaban serupa.

Ia mengatakan sejak jasa sha-mail mulai berkembang pada tahun 2000, mereka meminta para produsen untuk memberikan fitur suara shutter dalam kondisi apapun, termasuk silent atau mute.

Namun pada kenyataannya fitur suara shutter tak menjadi solusi yang cukup efektif. Menurut NHK pada awal tahun 2013, Kepolisian Metropolitan Tokyo melihat peningkatan sebesar 24 persen setiap tahunnya dalam kasus pelanggaran isu privasi dengan penggunaan kamera.

Peningkatannya adalah 60 persen semenjak tahun 2007.

Tag:#teknologi#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram