HarianBernas.com-Nara Masista Rakhmatia salah satu anggota delegasi Indonesia di Perserikatan Bangsa-bangsa, menyita perhatian di Sidang Umum PBB ke 71 di New York beberapa minggu lalu.
Diplomat muda ini menyampaikan sikap Indonesia sekaligus membantah semua tuduhan-tuduhan yang digencarkan oleh negara-negara Pasifik atas kasus HAM di Papua. Keenam negara tersebut Nauru, Marshall Island, Tuvalu, Tonga, Solom Island dan Vanuatu
Hikmahanto Juwana selaku Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia mengapresiasi terhadap sikap dipolomat muda tersebut. Ia mengatakan perlu dukungan bagi peran para diplomat muda di forum internasional.
Seperti yang dikatakan Hikmahanto pada Antara pada Kamis 29/9. “Nara Masista Rakhmatia, tidak akan mengecewakan saat mereka diberi kepercayaan?
Dengan kemampuan bahasa inggris yang dan suara yang tegas, Nara berhasil menunjukkan pada forum dunia bahwa diplomat muda wakil Indonesia pun berhak tampil prima.
Nara ialah lulusan dari FISIP Universitas Indonesia juruan Hubungan International yang lulus pada tahun 2002.
Sebelum menjadi diplomat wakil Indonesia, dia aktif sebagai seorang peniliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan Center for East Asia Cooperation Studies.
Setelah bergabung dengan Kementerian Luar Negeri, Nara ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. Di Kemlu, ia juga sempat menjabat Head of Section for The Budget and Management Committee (BMC) APEC sebelum dikirim ke New York.

