Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Terkini
NASIONAL

Akhirnya Ilmuwan Menemukan Cara Lumba-lumba Berbicara seperti Manusia

Oleh: Redaksi Bernas•28 September 2016
Akhirnya Ilmuwan Menemukan Cara Lumba-lumba Berbicara seperti Manusia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Para ilmuwan memang meyakini kalau lumba-lumba dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya tetapi tidak mengetahui bagaimana prosesnya..."

🗓️ Dipublikasikan pada 28 September 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lifestyle terbaru →

HarianBernas.com – Para ilmuwan memang meyakini kalau lumba-lumba dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya tetapi tidak mengetahui bagaimana prosesnya. Akhirnya belum lama ini, terdapat riset yang telah mempublikasikan hal tersebut di  jurnal Mathematics and Physics yang dengan gambling menceritakan bahwa mamalia dengan kecerdasan tinggi itu dapat berkomunikasi seperti manusia.

lmuwan pun melakukan riset di Karadag Nature Reserve, Feodosia, Crimea menyebutkan jika lumba-lumba berbicara dengan memakai getaran. Satu lumba-lumba akan dapat menghasilkan getaran, siulan atau klik.

Nantinya lumba-lumba lainnya akan menunggu sampai dapat menangkap getaran itu sebelum pada akhirnya merespon dengan memakai getaran juga. “Sehingga dalam hal ini, kita akan bisa mengasumsikan jika setiap getaran adalah fonem atau bahasa lisan dari lumba-lumba, ” ucap Vyacheslav Ryabov pemimpin dari riset ini.

Baca juga Ingin Menikmati Wisata Ala Afrika atau Bermain-Main dengan Penyu?

Indonesia Punya Tempatnya

“Secara esensi, proses pertukaran suara ini seperti dengan sebuah percakapan antara dua orang,” tambahnya seperti dikutip The Independent.

Penelitian juga melibatkan sepasang lumba-lumba hidung botol Laut Hitam yang bernama Yasha dan Yana. Dengan memakai sistem audio khusus, peneliti juga mencatat percakapan antara lumba-lumba tersebut.

Dari pengamatan tersebut di dapatkan suara-suara yang dipancarkan merupakan pola yang berbeda.

“Banyak getaran yang terekam di dalam percobaan kami menunjukkan jika lumba-lumba bergantian dalam memproduksi getaran tersebut dan tak mengganggu satu sama lain, yang memberikan alasan untuk percaya bahwa masing-masing dari lumba-lumba mendengarkan getaran yang lain terlebih dahulu sebelum akhirnya memproduksi sendiri,” terang Ryabov.

“Ini juga dapat menunjukkan tingkat kecerdasan yang tinggi dan kesadaran pada lumba-lumba, dan bahasa mereka adalah bahasa lisan yang berkembang, mirip dengan bahasa manusia.” tutupnya.

 

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram