Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Berbagai Tradisi Hari Raya Kurban di Indonesia

Oleh: Redaksi Bernas•11 September 2016
Berbagai Tradisi Hari Raya Kurban di Indonesia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Berikut ini adalah beberapa tradisi perayaan Idul Adha di beberapa daerah di Indonesia..."

🗓️ Dipublikasikan pada 11 September 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lifestyle terbaru →

HarianBernas.com ? Di Indonesia, perayaan Hari raya Idul Adha memang tidak semeriah hari raya idul fitri. Akan tetapi, ternyata ada begitu banyak tradisi yang ternyata mewarnai hari raya kurban di Indonesia.

Selain adanya pemotongan hewan kurban, beberapa kelompok masyarakat yang tersebar di tanah air rupanya merayakan hari raya Idul Adha dengan cara yang unik dan berbeda-beda.

Berikut ini adalah beberapa tradisi perayaan Idul Adha di beberapa daerah di Indonesia.

Tradisi ngejot di Bali

Pulau Dewata Bali memang dihuni oleh sebagian besar masyarakat yang beragama Hindu. Akan tetapi itu bukan alasan bagi masyarakat beragama Islam di Bali untuk tidak mempunyai tradisi yang spesial dalam merayakan hari raya Qurban.

Umat muslim di Bali merayakannya dengan tradisi ngejot kepada umat lain.

Ngejot adalah suatu tradisi untuk saling berbagi makanan ketika masyarakat yang beragama Hindu ataupun Muslim tengah merayakan hari raya keagamaan mereka masing-masing.

Tradisi ngejot ini merupakan tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun yang bermakna untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian antar sesama warga masyarakat meskipun memiliki iman kepercayaan yang berbeda.

Tradisi ini diyakini sudah ada sejak 500 tahun yang lalu. Berkat Tradisi tersebut, budaya saling menghormati dan saling pengertian satu sama lain tetap terjaga.

Tradisi jemur kasur di Banyuwangi

Masyarakat Banyuwangi mempunyai tradisi kebiasaan yang unik menjelang hari raya Idul Adha. Mereka mempunyai sebuah tradisi bernama menjemur kasur.

Menjelang perayaan itu biasanya masyarakat akan menjemur kasur mereka di bawah terik matahari.

Tradisi tersebut dilaksanakan di halaman rumah warga masing-masing.

Ketika dijemur, alas tidur tersebut akan dipukul-pukul dengan menggunakan sebuah sapu lidi atau pemukul rotan untuk membersihkan berbagai kotoran dan debu pada kasur.

Dengan melaksanakan tradisi tersebut, masyarakat Banyuwangi percaya bahwa hal tersebut akan mampu menghindarkan mereka dari serangan penyakit.

Bagi pasangan yang sudah menikah, pelaksanaan tradisi menjemur kasur ini dapat menjadi sebuah doa permohonan agar pasangan tersebut diberi kelanggengan dalam berumah tangga.

Tradisi apitan di Semarang

Masyarakat Semarang mempunyai sebuah tradisi unik untuk merayakan hari raya Idul Adha. Tradisi ini bernama sedekah bumi apitan.

Di sini, masyarakat akan melakukan sebuah perarakan tumpeng dan hasil bumi di jalan jalan kampong. Parakan tersebut dilaksanakan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rezeki yang berlimpah kepada mereka.

Biasanya hasil bumi yang diarak tersebut diletakkan secara bertumpuk-tumpuk.

Hasil bumi tersebut berupa padi, cabe, jagung, terong, kacang panjang, wortel, timun dan tomat.

Tradisi Grebeg di Yogyakarta

Yogyakarta memiliki sebuah tradisi unik dalam merayakan hari raya Idul Adha. Kasultanan Yogyakarta akan menggelar sebuah Grebeg besar di halaman masjid gedhe Kauman menjelang hari raya Idul Adha. Tradisi Grebeg itu menjadi tradisi tahunan yang diselenggarakan oleh keraton Yogyakarta.

Biasanya, masyarakat akan menyambut Grebeg tersebut di lapangan alun-alun Utara.

Tradisi tersebut biasanya diawali dengan iring-iringan pasukan Keraton Yogyakarta yang mengenakan atribut dan perlengkapan beraneka ragam dan lengkap dengan senjata tradisional mereka.

Iring-iringan Prajurit tersebut akan diikuti oleh iring-iringan gunungan Grebeg besar Idul Adha. Ada empat gunungan dalam tradisi tersebut yaitu gunungan wadon, gunungan lanang, gulungan pawuhan dan gunungan gepak. Setelah dipanjatkan doa oleh para penghulu Keraton, gunungan tersebut akan langsung diserbu oleh warga masyarakat yang menyaksikan perayaan Grebeg besar tersebut.

Gunungan yang berisi hasil bumi tersebut, diyakini akan membawa rejeki.

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Berbagai Tradisi Hari Raya Kurban di Indonesia?

Berikut ini adalah beberapa tradisi perayaan Idul Adha di beberapa daerah di Indonesia...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Tag:#lifestyle#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Berbagai Tradisi Hari Raya Kurban di Indonesia”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.