SOLO, HarianBernas.com ? Kepala Dinas Kesehatan Kota Pemerintah Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih mengungkapkan rencana penyediaan kembali jaminan kesehatan daerah (jamkesda) bagi warga rentan miskin dapat menekan penyalanggunaan bantuan sosial (bansos) yang menggantikan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) Silver.
Menurutnya, program jamkesda dapat menjamin intervensi Pemkor Surakarta di bidang kesehatan agar tepat sasaran. Ia menuturkan sejak jaminan kesehatan berbentuk bansos kesehatan pada awal 2016 ditemukan beberapa peluang penyalahgunaan dana bantuan sosial.
Siti menceritakan ada beberapa proposal permohonan bantuan kesehatan yang dikirim oleh warga yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Surakarta melalui Wali Kota dan diketahui tidak layak ditindaklanjuti.
?Hasil validasi lapangan oleh petugas menunjukkan jika pengirim proposal tersebut adalah orang mampu,” ungkap Siti Wahyuni, Senin (22/8/16).
Pihaknya mengklaim bila validasi yang dilakukan oleh petugas puskemas dan perangkat desa dapat mencegah dana bantuan mengalir ke pihak yang tidak tepat. Masalah tersebut, kata Siti, dapat diantisipasi dengan memberlakukan kembali Jamkesda.
Sebelumnya, Jamkesda telah menyensor warga yang akan menjadi peserta program Jamkesda.
“Ya apalagi pendataan warga miskin, sangat miskin, hampir miskin dan rentan miskin bakal dilakukan secara periodik oleh instansi terkait mulai tahun depan,” tambahnya.
Pemkot Surakarta berencana menghidupkan kembali Jamkesda tahun 2017 mendatang. Tujuannya, melayani warga yang rentan miskin dan tidak terlindungi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

