HarianBernas.com ? Tidak hanya mata plus dan minus saja yang diderita oleh banyak orang. Mata silindris juga merupakan penyakit umum yang diderita banyak orang, hanya saja mereka tidak menyadaarinya. Seseorang yang menderita mata silinder memiliki bentuk yang tidak sempurna.
Akibatnya, cahaya yang diterima kornea, tidak fokus pada satu titik di retina. Hal ini membuat penglihatan menjadi kabur atau blur.
Biasanya, penderita silindris mengeluh pusing ketika membaca tulisan yang ukurannya kecil, pengelihatan blur atau kabur, mata sering tegang, dan mudah lelah. Tidak hanya itu, jika penderita mengemudi di malam hari, mereka akan merasakan silau yang berlebih ketika ada sorotan lampu motor atau mobil dari lawan arah.
Mata silinder bukanlah suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Berikut ini adalah berbagai kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengobati mata silinder.
1. Menjaga kebersihan mata
Mata silinder disebabkan oleh kornea mata yang mengalami disfungsi. Pada mata normal, kornea mampu memfokuskan objek.
Ketika terdapat kotoran yang masuk ke mata, maka akan menghambat kerja mata. Bagian mata yang kerjanya terhambat adalah lensa dan kornea.
Hal ini akan membuat penderita mata silinder akan makin sulit dalam melihat suatu objek.
2.
Jangan menggunakan kacamata silinder dengan ukuran yang tidak sesuai dengan mata
Senada dengan kelainan mata minus dan plus, kelainan mata silinder juga punya kaca mata yang di desain khusus. Dengan menggunakan kacamata ini, penderita mata silinder akan lebih fokus dalam melihat suatu objek.
Hal yang membedakan mata silinder dengan mata plus atau minus adalah, mata silinder tidak akan bertambah besar, jika menggunakan kacamata dengan ukuran yang sama seperti yang diderita oleh mata. Jika Anda menggunakan lensa yang memiliki ukuran yang berbeda, siap ? siap saja silinder Anda akan bertambah.
Biasanya, penderita akan diberikan kacamata silinder sekali.
Sehingga, ukuran silinder tidak akan bertambah. Penambahan silinder, merupakan kasus yang sangat jarang terjadi.
3. Kurangi kadar brightness pada alat elektronik
Memiliki layar ponsel ataupun layar TV yang cerah, tentu akan memudahkan seseorang dalam menggunakannya.
Namun, tahukah Anda jika brightness pada alat elektronik disetel berlebihan bisa berakibat buruk bagi mata? Apalagi jika Anda memandangi alat elektronik terlampau lama, minim cahaya, dan terlalu dekat.
Hal ini bisa membuat mata normal menjadi minus, dan mata silinder semakin parah. Ada baiknya jika Anda memperpanjang jarak mata dengan alat elektronik, mengurangi kadar brightness, dan mengurangi jangka pemakaian.
Hindari juga untuk menonton TV dengan jarak yang sangat dekat, dan membaca sambil tiduran. Hal ini akan membuat silinder Anda akan bertambah. Selalu mengkondisikan, agar mata tidak terlalu lelah.
4.
Melakukan operasi lasik
Sebenarnya, mata silinder bisa disembuhkan. Hanya saja membutuhkan biaya yang besar untuk melakukannya. Melalui operasi lasik, kornea akan diubah bentuknya.
Kondisi awal kornea tidak melengkung sempurna, dalam operasi ini, kornea diubah agar memiliki lengkungan sama seperti mata normal.
Dengan menggunakan keraton, lapisan permukaan kornea akan diubah. Lalu, menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea, baru lapisan permukaan kornea akan ditutup.
5. Jangan pernah berbagi bantal dan handuk dengan orang lain
Memang, hal ini adalah hal yang sangat sepele.
Namun, mata sangat rentan pada kotoran dan debu yang ada di lingkungan.
Sehingga, ada baiknya jika Anda meminimalisir untuk berbagi bantal dan handuk pada orang lain, sekalipun mereka adalah saudara Anda.
Jangan menjamin bahwa bantal dan handuk orang lain terbebas dari kotoran 100%.
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.




