Jakarta, HarianBernas.com-Persinga Ngawi akhirnya mendapat hukuman setimpal akibat para pemainnya melakukan tindakan pemukulan kepada asisten wasit, yaitu dididkualifikasi oleh PT Gelora Trisula Semesta (GTS).
“Sehubungan dengan keputusan Komisi Disiplin ISC terkait pelanggaran disiplin yang dilakukan klub Persinga Ngawi, bersama ini PT GTS menyampaikan salinan keputusan Komdis Nomor KD85-10082016, dimana hukuman yang dijatuhkan adalah Persinga didiskualifikasi dari kompetisi Indonesia Soccer Championship B 2016,” kata Direktur Utama PT GTS Joko Driyono melalui surat resmi yang dikirim kepada media di Jakarta, Senin (15/8).
- Baca juga: Phil Foden, Wonderkid Asal Inggris Didikan Akademi Manchester City
- Baca juga: PSS Boyong 21 Pemain Hadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya
Melalui surat tersebut, maka pertandingan yang melibatkan PSS Sleman dengan Persinga dianggap ditiadakan, dan laga yang dilakukan klub lain saat bertemu Persinga juga dianggap tidak ada.
“Terhadap keputusan ini, maka seluruh pertandingan yang melibatkan Persinga Ngawi ditiadakan dan agar semua klub peserta di babak pendahuluan Grup 5 ISC B memperhatikan hal tersebut,” ujar Joko.
Seperti diketahui, pada laga lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) B lawan tuan rumah PSS Sleman di Maguwoharjo, Sleman, 7 Agustus lalu sempat terjadi kerusuhan. Pada menit 60, saat pemain PSS Sleman, Risky Novriansyah melepas tendangan dan bola mengenai mistar gawang Persinga, lalu memantul ke tanah, pihak asisten wasit menilai bahwa bola sudah melewati garis gawang dan menghasilkan gol.
Atas putusan inilah, pemain Persinga tidak terima, selanjutnya mendatangi asisten wasit dan melakukan pemukulan.

