Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Bocah Keturunan India Miliki IQ 162, Tandingi Einstein dan Hawking

Oleh: Redaksi Bernas•14 Agustus 2016
Bocah Keturunan India Miliki IQ 162, Tandingi Einstein dan Hawking
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Dhruv Talati, seorang bocah asal London keturunan India baru saja menghebohkan dunia. Ia berhasil mendapatkan skor tes IQ maksimum sebesar 162 poin di Mensa?s C..."

🗓️ Dipublikasikan pada 14 Agustus 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit.

HarianBernas.com – Dhruv Talati, seorang bocah asal London keturunan India baru saja menghebohkan dunia. Ia berhasil mendapatkan skor tes IQ maksimum sebesar 162 poin di Mensa?s Cattell III B Paper pada bulan Juli lalu. Bahkan, nilai tersebut bisa dikatakan cukup menandingi skor IQ dari Albert Einstein dan Stephen Hawking, yaitu antara 160 ? 162 poin.

Berkat kecerdasannya yang luar biasa itu, Dhruv kini masuk dalam klub Mensa, yang anggotanya hanya satu persen dari jumlah populasi manusia.

Para anggota Mensa tidak hanya memiliki skor IQ tertinggi namun juga menyandang predikat sebagai kumpulan orang-orang paling cerdas di dunia.

?Tesnya sih tidak begitu sulit, hanya waktunya saja yang jadi tantangan tersendiri?, kata Dhruv kepada Indiatimes usai menjalani tes IQ.

Ketika Dhruv baru berusia 5 tahun, bocah yang juga berbakat alami main kriket dan tenis ini dipilih secara khusus untuk bermain dan berlatih di LTA?s Compete Tennis. Ini adalah salah satu dari 19 klub tenis terkemuka di Inggris. Saat Dhruv berusia 9 tahun, ia berhasil meraih juara dalam permainan kriket pertamanya.

Lalu di usianya yang ke-10 tahun saat ini, Dhruv terpilih sebagai pemain untuk Metropolitan Essex District.

Dirinya memiliki cita-cita ingin menjadi seorang ahli di bidang Robotika dan pemain kriket professional kelak nanti.

?Saya sangat bangga dengan hasil yang dicapai Dhruv. Dia juga memperoleh nilai yang sangat bagus dalam ujian sekolah grammar tahun ini.

Meskipun ada beberapa larangan keluarga dan disamping itu, dia bermain dua olahraga sekaligus. Hal ini tentu saja menyita begitu banyak waktu belajarnya,? kata ibunya, yang berprofesi sebagai seorang guru di Inggris.

Tes Cattell III B yang diambil Dhruv memiliki 150 pertanyaan, yang dinilai dari tingkat pemahaman logika melalui kata-kata dan kalimat. Kemungkinan batas skor maksimum yang bisa dicapai oleh orang dewasa adalah 161 poin, sementara nilai paling maksimum adalah 162 poin bagi siapa saja yang mampu mendapatkannya skor maksimal dan berusia di bawah usia 18 tahun.

Bersama kedua orangtuanya Dhruv tinggal di kawasan Barkingside, Ilford, London.

Meski menyandang predikat jenius, ia tetap menjalani kehidupan normal sehari-hari seperti anak-anak pada umumnya.

Tag:#tokoh#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram