Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ternyata Tidak Selamanya Kebiasaan Gigit Kuku Itu Buruk

Oleh: Redaksi Bernas•12 Juli 2016
Ternyata Tidak Selamanya Kebiasaan Gigit Kuku Itu Buruk
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"sebuah fakta lain dibalik adanya kebiasaan menggigit kuku pada anak kebiasaan ini nantinya akan bisa membuat risiko alergi pada anak akan berkurang..."

🗓️ Dipublikasikan pada 12 Juli 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita kesehatan terbaru →

HarianBernas.com – Orangtua biasanya sering khawatir pada saat anak mempunyai hobi untuk menggigit kuku, selain dianggap merupakan kebiasaan yang tidak sehat, kebiasaan ini akan terbawa hingga sang anak besar. Kebiasaan untuk menggigit kuku pada anak juga akan bisa merusak bentuk kuku pada saat dewasa.

Walau membawa dampak negatif tetapi tahukah Anda bahwa kebiasaan anak untuk menggigit kuku ternyata juga memiliki dampak yang baik atau positif bagi kesehatan anak. Jika selama ini mengigit kuku dinilai membuat efek buruk namun sebuah studi mengatakan hal yang terbalik.  

Sebuah studi belum lama ini mengungkapkan sebuah fakta lain dibalik adanya kebiasaan menggigit kuku pada anak. Seperti yang dilansir dari Live Science, kebiasaan ini nantinya akan bisa membuat risiko alergi pada anak akan berkurang.

Kebiasaan menggigit kuku ini juga dikatakan bisa membantu untuk melindungi anak dari alergi hingga ia dewasa.

Walaupun berdampak baik, tetapi tetap saja pada penelitian ini tak menyarankan seorang anak mempunyai kebiasaan menggigit kuku.

“Banyak orangtua yang mencegah kebiasaan ini, dan kami juga tidak memiliki bukti cukup (menasihati mereka) untuk mengubah ini,” tutur Dr.Robert Hancox, Profesor dari Universitas Otago di Selandia Baru.

“Kami tentu tak akan merekomendasikan untuk menggigit kuku ataupun mengisap ibu jari, tetapi jika seorang anak mempunyai salah satu kebiasaan ini dan sulit bagi mereka untuk bisa berhenti, namun penelitian ini setidaknya akan membawa kabar baik, bahwa menggigit kuku ternyata dapat mengurangi risiko mereka dari alergi.”

Dalam penelitian tersebut, peneliti juga mengambil data dari penelitian yang hingga kini masih berjalan terhadap lebih dari 1.000 anak yang lahir di Selandia Baru sejak tahun 1972 sampai 1973.

Orang tua dari anak-anak tersebut ditanya tentang kebiasaan menggigit kuku ataupun mengisap ibu jari sebanyak empat kali, yakni sewaktu anak mereka usia 5,7,9 dan juga 11 tahun.

Peneliti juga tak luput menguji anak-anak yang mengidap alergi saat mereka sedang berusia 13 tahun dan kemudian pada saat mereka berusia 32 tahun.

Hasilnya, ialah anak-anak yang mempunyai kebiasaan tersebut hanya ada 38 persen yang memiliki setidaknya satu alergi, sedangkan pada anak-anak dengan tanpa kebiasaan tersebut, sebanyak 49 persen mempunyai setidaknya satu alergi.

Studi ini juga masih berjalan sampai anak-anak tersebut berusia 32 tahun. Peneliti juga akan menghitung faktor lain yang dapat berpengaruh dalam meningkatkan risiko alergi, seperti halnya  riwayat orang tua, juga hewan peliharaannya.

Anda bisa saja menghentikan kebiasaan menggigit kuku ketika dewasa dengan cara duduk di depan kaca sambil melihat diri bagaimana Anda ketika sedang menggigit kuku untuk melihat betapa tidak menariknya untuk dilihat.

Cobalah untuk memotong pendek kuku Anda dan kemudian haluskan supaya tak ada pinggiran yang kasar untuk digigit. Cobalah menyadari keinginan menggigit kuku dan coba untuk menyibukkan jari dengan pulpen, manik-manik, ataupun sepotong lilin mainan.

Kunyahlah permen karet bebas gula sehingga Anda tidak tertarik untuk mengigit kuku Anda.

Selain itu oleskan anti lotion menggigit kuku di kuku Anda, lotion ini bisa dapatkan di apotik dan toko obat terdekat.

Berikanlah hadiahi untuk diri Anda pada saat kuku tampak menjadi lebih baik, misalnya dengan manicure di salon. Sebenarnya memakai kuku palsu juga bisa untuk membuat Anda bertahan selama 2 minggu dan hal ini bisa untuk menghentikan kebiasaan Anda.

Semoga beberapa tips diatas dapat bermanfaat untuk Anda. 

📊 Survei Kilat BERNAS

Apakah Anda tertarik kuliah lagi?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Ternyata Tidak Selamanya Kebiasaan Gigit Kuku Itu Buruk?

sebuah fakta lain dibalik adanya kebiasaan menggigit kuku pada anak kebiasaan ini nantinya akan bisa membuat risiko alergi pada anak akan berkurang...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

“Ternyata Tidak Selamanya Kebiasaan Gigit Kuku Itu Buruk”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.