HarianBernas.com – Seperti kita ketahui bahwa seks bebas sangat berbahaya untuk kesehatan dan kelangsungan hidup serta norma ajaran kita. Setiap daerah memiliki tradisi ataupun ritual yang diwariskan oleh nenek moyang. Mereka percaya bahwa warisan leluhur itu mempunyai niat baik jika diartikan secara benar dan cermat.
Namun, tradisi ataupun ritual tersebut disalahgunakan, bahkan menyalahi aturan dari tujuan utama dilakukan tradisi tersebut.
Bahkan, perubahan tersebut hingga menuju ke arah seks bebas yang kita ketahui bahwa hal tersebut sangat dilarang.
Berikut kami rangkum gambaran tradisi ataupun ritual yang berubah menjadi ajang sex bebas.
1. Tradisi Kuno Matriakhal Suku Mosuo Di China
Tradisi yang dianut oleh Suku Mosuo ini ternyata banyak sekali menarik perhatian wisatawan asing.
Tradisi ini sangat menarik karena kaum wanita yang sudah akhil balik akan memiliki hak bebas memilih pasangan, bahkan berganti pasangan.
Disayangkan tradisi unik ini seringkali ternoda dengan perilaku wisatawan yang terkadang ingin mengambil kesempatan.
Suku Mosuo memang tidak mengenal kata zinah.
Mereka hanya mengenal ?Walking Marriage?.
Wanita yang mempunyai kebebasan memilih hanya menunggu pria yang diinginkan di dalam kamar. Jika tidak menyukai laki-laki yang masuk ke kamar, wanita tersebut dapat menolaknya.
Semua laki-laki yang mengalami penolakan tidak pernah merasa sakit hati.
Keunikan Suku Mosuo ini diakui di tengah kehidupan modern. Mereka hanya ingin menghormati adat istiadat yang sudah ada sejak dulu.
Karena perbedaan gaya hidup, pemerintah lokal berusaha menjaga dan mendukung semua kegiatan Mosuo.
2.
Tradisi Bomena di Bhutan
Tradisi yang sudah berlangsung lama tersebut memiliki tujuan untuk mencari jodoh dan ajang saling mengenal bagi para pasangan.
Tapi seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut menjadi ajang seks bebas.
Tradisi Bomena ini menjadikan para remaja pria berhubungan seks dengan gadis remaja yang tidak dikenalnya.
Mereka mendatangi rumah para gadis terutama yang berada di pedesaan. Bila sudah menemukan rumah yang dipilih, seorang remaja pria akan berusaha masuk rumah dan kamar sang gadis.
Dia akan bermalam di kamar gadis tersebut dan pergi sebelum ayam jago berkokok dan keluarganya bangun.
Jika seorang pria tertangkap saat sedang melakukan aksinya, pria harus menikahi gadis itu atau tinggal bersama sang gadis.
Biasanya pria yang tertangkap akan bekerja di ladang untuk membayar perbuatannya. Akibat dari tradisi tersebut tidak sedikit remaja perempuan yang hamil dan menikah di usia muda.
Dan tidak sedikit pula yang ditinggalkan dalam keadaan hamil.
Praktik tersebut mulai ditinggalkan oleh masyarakat Bhutan ketika terjadi arus urbanisasi dan adanya norma sosial baru dari luar desa.
Keluarga yang memiliki anak perempuan akan mengunci pintu dan jendela rumah mereka dengan kunci logam sehingga tidak mudah dimasuki.
3. Seks Bebas Gubug Cinta Suku Kreung di Kamboja
Para orang tua yang memiliki anak gadis akan dibuatkan sebuah gubug yang terbuat dari bambu.
Gadis tersebut akan tinggal di dalam gubug tersebut dan menunggu untuk dikunjungi oleh pria yang ingin berkenalan dan bercinta serta bermalam hingga gadis tersebut menemukan pria yang pantas untuk dijadikan suami.
Suku Kreung adalah etnis yang berada di negara Kamboja dan memiliki tradisi yang sangat tidak biasa dalam proses berpacaran dan perjodohan.
4. Tradisi Ritual Gunung Kemukus Menjadi Ajang Seks Bebas
Mereka yang datang, sebagian besar ingin mendapatkan berkah di tempat tersebut.
Namun, untuk dapat mencapai berkah tersebut para peziarah harus melakukan hubungan badan dengan pasangan yang sama selama 7 purnama.
Konon mereka yang datang ke Gunung Kemukus adalah suami-istri sehingga hubungan badan yang dilakukan adalah legal dan sah.
Namun, kini hal itu mulai bergeser, bahkan di tempat tersebut kini banyak pekerja seks komersil menjajakan diri dengan berkedok ritual.
Mereka yang tidak membawa pasangan atau masih sendiri dapat menggunakan jasa pekerja seks untuk melakukan ritual.
Kesempatan ini digunakan para lelaki hidung belang dengan modus mencari pesugihan, padahal tujuan para lelaki hidung belang mendatangi ke Gunung Kemukus hanya untuk melakukan hubungan seks baik dengan pasangan yang belum resmi ataupun dengan pekerja seks yang tersedia di sekitar sendang Ontrowulan.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
FAQ: Ringkasan Cepat
Apa inti dari 4 Tradisi Aneh di Dunia?
Seperti kita ketahui bahwa seks bebas sangat berbahaya untuk kesehatan dan kelangsungan hidup serta norma ajaran kita. Setiap daerah?memiliki tradisi ataupun ri...
Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?
Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.




