Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Benarkah Unggah Foto di Medsos Bisa Membuat Hati Senang?

Oleh: Redaksi Bernas•17 Juni 2016
Benarkah Unggah Foto di Medsos Bisa Membuat Hati Senang?
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Zaman sekarang ini kuliner tas sepatu destinasi liburan serta segala hal yang menjadi gaya hidup sudah berubah fungsi Makanan yang tadinya berfungsi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 17 Juni 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lifestyle terbaru →

HarianBernas.com – Zaman sekarang ini, kuliner, tas, sepatu, destinasi liburan, serta segala hal yang menjadi gaya hidup, sudah berubah fungsi.

Makanan yang tadinya berfungsi menjadi pengisi perut, sekarang dapat berfungsi menjadi objek foto yang nantinya akan diunggah ke media sosial.

Liburan, yang tadinya berguna sebagai ajang rileksasi dan  beristirahat berasal rutinitas, kini   berubah menjadi agenda yang harus dilakukan buat dipamerkan di media sosial.

Fenomena ini pun akhirnya bergulir menjadi gaya hidup di mana memotret dan mengunggahnya ke Instagram, Facebook, dan  lain-lain, menjadi sebuah kewajiban untuk diperlihatkan kepada publik.

Sebuah penelitian terdahulu pernah menemukan bahwa orang yang hobi memotret makanan, bisa jadi mempunyai gangguan mental.

Tetapi, penemuan itu dipatahkan oleh studi teranyar berikut ini.

Peneliti asal University of Southern California, menyimpulkan bahwa mereka yang mengabadikan semua kegiatan harian buat dipamerkan pada media umum, adalah kelompok orang sedang merasa senang atau bahagia. .

“Informasi terbaik yang kami dapatkan dari riset ini adalah adanya hubungan kadar kebahagiaan dengan memotret untuk diunggah ke media sosial,” ujar Kristin Diehl, salah satu periset.

“Kami menemukan adanya hubungan peningkatan semangat dan kebahagiaan dari pengalaman positif yang diunggah ke media sosial,” imbuhnya.

Peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang memotret aktivitas guna diunggah ke media sosial artinya orang-orang yang sangat antusias dan  sangat menikmati segala hal yang mereka lakukan.

Diehl serta tim mengumpulkan 2000 partisipan buat melakukan sembilan eksperimen yang berbeda. Pada masing-masing eksperimen, seluruh responden berpartisipasi pada kegiatan yang telah dipilih peneliti, mulai dari tur memakai bus dan makan di restoran.

Partisipan diminta buat memotret atau tidak memotret. Lalu, mereka pun juga harus mengisi berita umum.

Hasilnya, mereka yang memotret seluruh aktivitas, ditemukan mengalami peningkatan level kebahagiaan.

Namun, kebahagiaan itu tergantung dari objek foto.

Pasalnya, mereka yang diminta memotret seekor singa menyerang serta menaklukan kerbau, mengatakan, tidak senang . 

Memotret objek yang tergolong ekstrim, menurut Diehl, tidak memberikan kebahagiaan pada mereka yang memotret. Tetapi, partisipan yang tidak memotret mengaku bahwa mereka sangat menikmatinya.

Penelitian juga membeberkan bahwa peningkatkan level kebahagiaan tidak berpengaruh saat partisipan harus membawa serta mengurus perangkat fotografi yang berat.

Terakhir, penelitian mengatakan bahwa partisipan yang memotret serta mengunggah ke media umum menggunakan ponsel, cenderung lebih senang.

Namun, dampak yang sama tidak terlihat pada mereka yang memotret menggunakan kamera profesional menggunakan tambahan peralatan yang rumit dan  berat.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram