Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Kurang Tidur Bisa Sebabkan Flu

Oleh: Redaksi Bernas•7 Juni 2016
Kurang Tidur Bisa Sebabkan Flu
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Padahal tidur dengan waktu yang sangat kurang bisa menimbulkan infeksi salesma serta sakit flu..."

🗓️ Dipublikasikan pada 7 Juni 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita kesehatan terbaru →

HarianBernas.com – Musim hujan masih melanda sebagian daerah pada Indonesia sebagai akibatnya syarat cuaca pun bisa mengalami perubahan yang sangat tiba-tiba. Hal ini kerap kali diklaim menjadi keliru satu penyebab utama penyakit flu. Selain adanya perubahan cuaca, ternyata kurang dikenal luas sebagai salah satu penyebab utama berasal munculnya penyakit flu.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Masyarakat modern cenderung mulai tidur ketika menjelang malam.

Selain menonton program televisi yang cenderung lebih menarik waktu malam hari, terdapat banyak orang yang masih kecanduan gadget sehingga merelakan saat tidurnya berkurang dengan signifikan.

Sebab alasan inilah, sekarang banyak orang yang setiap harinya tidur kurang dari lima jam setiap malamnya. Padahal, tidur dengan waktu yang sangat kurang bisa menimbulkan infeksi, salesma, serta sakit flu.

Sebuah penelitian dilakukan melibatkan setidaknya 22.000 warga Amerika perkumpulan dimana rentang waktu penelitian ini berlangsung dari tahun 2005 sampai 2012. Dari penelitian ini, ada partisipan yang tidur menggunakan waktu rata-rata lima jam saja semalaman dan  28 % berasal mereka akan terkena salesma, tetapi 82 % diantaranya akan relatif simpel terkena flu hingga infeksi telinga.

Informasi ini berarti kurang tidur memang mempunyai kaitan erat menggunakan beberapa penyakit eksklusif, khususnya flu.

Penelitian lain dilakukan dengan jumlah partisipan yang jauh lebih rendah, yakni hanya 164 partisipan.

Para partisipan ini diberikan semacam tetes hidung yang berisi rhinovirus yang mengakibatkan keluarnya flu biasa.

Sehabis itu, para partisipan dibagi menjadi kelompok yang tidur kurang dari enam jam serta terdapat yang lebih, yakni kurang lebih tujuh sampai delapan jam.

Setelah beberapa hari, mereka yang tidur kurang dari enam jam setiap harinya akan lebih beresiko terkena penyakit flu dibandingkan dengan mereka yang tidur dengan waktu yang cukup.

Tag:#kesehatan#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram