Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

INTERNASIONAL: Penjaga Kebun Binatang, Tewas Diserang Harimau

Oleh: Redaksi Bernas•16 April 2016
INTERNASIONAL: Penjaga Kebun Binatang, Tewas Diserang Harimau
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Stacey Konwiser sebagai penjaga utama harimau di Palm Beach Zoo tewas diterkam seekor raja hutan Malaya di dalam kandang hewan berusia 13 tahun itu. Hewan ini i..."

🗓️ Dipublikasikan pada 16 April 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

FLORIDA, HarianBernas.com – Stacey Konwiser sebagai penjaga utama harimau di Palm Beach Zoo, tewas diterkam seekor raja hutan Malaya di dalam kandang hewan berusia 13 tahun itu. Hewan ini ialah satu dari empat ekor harimau Malaya yang ada di kebun binatang tersebut.

Juru bicara kebun binatang, Naki Carter menyampaikan, Konwiser tampaknya tak lakukan apapun yang di luar kebiasaan, dikala perempuan berusia 38 tahun itu mengurus raja hutan tersebut di kandangnya. Kandang tersebut merupakan tempat raja hutan jantan tersebut tidur dan diberi makan.

Dikatakan Carter, di waktu kejadian pada Jumat (17/4) waktu setempat, raja hutan jantan tersebut tak sedang dipertontonkan dan para turis tak menonton apa yang berlangsung.

Kepolisian West Palm Beach menyebut, raja hutan tersebut ditembak dengan obat bius, dan para petugas menunggu hingga obatnya benar-benar bekerja, sebelum mereka mendekati korban.

Konwiser kemudian diangkut dengan helikopter menuju rumah sakit St. Mary's Medical Center.

Dikatakan Carter, Konwiser sudah bekerja selama tiga tahun di kebun binatang dan amat berpengalaman dengan raja hutan. Suaminya, Jeremy Konwiser serta seorang pelatih di kebun binatang itu.

“Ini keahlian dia.

Dia mencintai harimau. Anda tidak masuk ke pekerjaan ini tanpa kecintaan pada hewan dan mengerti bahaya yang ada,” ucap Carter.

“Saya menyebut dia lebih sebagai pembisik harimau,” ujar Carter. “Mereka saling berbicara dalam bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh mereka,” tambahnya.

Tag:#internasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram