Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Sharp Sekarang Milik Perusahaan Tiongkok Foxconn

Oleh: Redaksi Bernas•4 April 2016
Sharp Sekarang Milik Perusahaan Tiongkok Foxconn
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bos Foxconn Terry Gou Sharp Kozo Takahashi menandatangi kesepakatan akuisisi. Sharp menyebutkan Foxconn dapat memilih mayoritas dewan direksinya...."

🗓️ Dipublikasikan pada 4 April 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

HarianBernas – Bos Foxconn Terry Gou dan Presiden Sharp Kozo Takahashi, dilaporkan telah menandatangi kesepakatan akuisisi dihadapan sekitar 300 jurnalis yang telah hadir di kantor pusat Sharp di Osaka, Jepang.

Nilai akuisisi ini adalah di bawah jumlah yang telah disiapkan oleh Foxconn pada awalnya, yaitu US$6,2 miliar atau lebih kurang Rp81,5 triliun. Pengurangan harga ini disebabkan oleh laporan keuangan Sharp terakhir yang telah didapat.

Baca juga: Inilah 7 Daftar Aplikasi Investasi Resmi Versi OJK

Laporan tersebut telah menyebut kalau Sharp dapat mempunyai sejumlah liabilitas, yang dapat membuat pemiliknya harus mengeluarkan dana senilai US$3,1 miliar. Tentu saja Foxconn pun mau tak mau harus menanggung rugi karena akuisisi tersebut hingga antara Foxconn dan Sharp harus kembali bernegosiasi soal harga.

Walaupun demikian, hal ini menjadi akuisisi terbesar oleh perusahaan industri insular Jepang oleh perusahaan asing.

Tidak hanya itu, akuisisi ini dapat juga mengakhiri sepak terjang Sharp sebagai perusahaan yang lebih dari 100 tahun berdiri.

Pada awalnya Foxconn rencanya akan menguasai 66% saham Sharp dan akan meningkat menjadi 72% pada Juli 2017 mendatang.

Akuisisi ini nantinya akan memberikan kesempatan pada Foxconn dapat menguasai teknologi layar besutan Sharp. Selain itu, beberapa analis juga memperkirakan dengan adanya akuisisi ini Foxconn telah dapat meningkatkan posisi tawarnya dengan Apple sebagai klien utama.

Foxconn adalah perusahaan manufaktur yang terkenal karena dapat memproduksi iPhone. Sementara Sharp sendiri sebagai salah satu penyuplai komponen layar untuk perangkat buatan Apple itu.

Baca juga: Inilah Jam Buka Bursa Saham di Indonesia 2021

Sharp juga menyebutkan bahwa Foxconn dapat memilih mayoritas dari dewan direksinya.

Tetapi informasi dari sumber anonim juga menyebutkan jika Terry Gou tidak akan mengubah jajaran eksekutifdari  Sharp, termasuk juga memecat karyawan.

Untuk informasi, Foxconn sendiri juga diketahui telah lama mengincar Sharp. Terry Gou telah mengungkapkan setidaknya butuh waktu sekitar empat tahun sampai Sharp benar-benar akhirnya mau menerima tawaran perusahaan asal Taiwan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Sharp pun tengah berada pada kondisi yang tidak baik. Raksasa elektronik Jepang itu dilaporkan terus saja menderita kerugian.

Bersamaan dengan akuisisi ini, Terry Gou pun berjanji akan menyuntikkan dana segar agar perusahaan tersebut dapat terus berjalan.

Baca juga: Memahami Investasi Reksadana Saham , Keuntungan, dan Risikonya

Pemerintah Jepang sangat tidak suka jika ada perusahaan besar di negaranya yang dapat diakuisisi oleh perusahaan asing. Akhirnya Pemerintah Jepang menawarkan bantuan melalui sebuah konsorsium.

Bentuk bantuan yang kemudian ditawarkan oleh konsorsium tersebut berupa suntikan uang tunai sebesar US$2,6 miliar dan lini kredit sebesar US$1,78 miliar. tetapi, bantuan tersebut ditolak oleh Sharp, sehingga Sharp menjadi perusahaan besar asal Jepang pertama yang dapat dimiliki oleh investor asing.

Jika dilihat beberapa tahun terakhir ini perusahaan-perusahaan besar dari Jepang mengalami kemunduran ekonomi. Selain Sharp banyak perusahaan besar jepang dalam keadaan sekarat.

Tentunya hal ini permasalahan ini harus segera diselesaikan jika tidak ingin nama besar Jepang runtuh dan kalah bersaing dengan saudara-saudaranya yang ada di Asia Timur.

Baca juga: Mengenal IHSG, Cara Membaca, Jenis, Manfaat, dan Istilah Terkait

Tag:#finansial#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram