Rachmawati: Perang Melawan Teroris Harus Sentuh Akar Permasalahan

JAKARTA, HarianBernas.com — Penanganan kasus terorisme tidak akan efektif selama tidak menyentuh akar persoalan yang melahirkan terorisme.
Di saat bersamaan, terorisme di era kini merupakan hasil dari persaingan upaya negara-negara kapitalis dan perusahaan multinasional merebut sumber daya alam.
Hal ini disampaikan tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri ketika memberikan sambutan di gala dinner Asia-Africa Youth Conference di kediamannya, Jalan Jatipadang Raya, Jakarta Selatan, Selasa (15/3).
Konferensi Pemuda Asia-Afrika ini diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), diikuti sekitar 100 mahasiswa dari 52 negara.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045“Menangkal terorisme harus dilakukan pertama kali dengan menemukan akar dari masalah yang menjadi penyebab awal terorisme,” ujat mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini dalam rilisnya kepada HarianBernas.com.
Rachma mengingatkan perang dengan menggunakan kaki tangan atau proxy war menciptakan musuh bersama yang dikenal luas sebagai terorisme.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →“Sementara tujuannya adalah menghancurkan Islam secara sistematis,” kata putri Bung Karno ini.
Menghancurkan Islam dan memorakporandakan-kehidupan Muslim, katanya, dilakukan oleh aktor-aktor kapitalisme global untuk memperkuat hegemoni mereka di negeri-negeri Muslim.
“Skenario ini mendapatkan justifikasi dari ilmuwan sosial seperti Samuel Huntington dalam buku Clash of Civilization,” ujar Rachma lagi.
Siapapun yang melakukan perlawan terhadap eksploitasi dan hegemoni yang menghasilkan ketidakadilan, ketimpangan dan penderitaan ini akan diberi cap sebagai teroris.
“Sebagai umat Muslim, kita tahu bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang untuk seluruh alam semesta dan tidak pernah mengajarkan jalan kekerasan,” demikian Rachma.
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Bika Ambon, Makanan Khas dari Medan atau Ambon?
Bupati Ogan Ilir Tersandung Kasus Narkoba
Alasan Risma Tolak Lawan Ahok di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta
Dibully Karena Maju ke Bursa DKI-1, Ahmad Dhani: Preketek
Selamat, Presiden Joko Widodo Menjadi Kakek
Cegah Terorisme dan Pornografi, Presiden Barrack Obama Lakukan Hal Ini
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di politik
Semantic Authority Linker
Bika Ambon, Makanan Khas dari Medan atau Ambon?
Bupati Ogan Ilir Tersandung Kasus Narkoba
Alasan Risma Tolak Lawan Ahok di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda