Dibully Karena Maju ke Bursa DKI-1, Ahmad Dhani: Preketek

JAKARTA, HarianBernas.com – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 sudah semakin dekat, musisi Ahmad Dhani menyatakan diri siap untuk maju dalam pesta demokrasi tersebut.
Ia mengaku tak gentar walaupun kerap kali di bully di media media sosial.
“Kalau yang bully kan timnya Ahok.
Bisa jadi semua yang dianggap berat oleh Ahok di bully,” kata pria beranak tiga ini saat ditemui di kantor DPP PKB di Jakarta Pusat pada Jumat 11 Maret.
Memang sejak Dhani menyatakan siap untuk maju dalam bursa pilgub DKI Jakarta 2017 para netizen mulai ramai memberikan komentar mereka.
Bahkan tak jarang yang mengungkapkan komentar negatif.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolMasterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Ahmad Dhani mengungkapkan bahwa Ahok gubernur yang saat ini menjabat akan unjuk kesuksesan dalam memimpin DKI agar pada pilgub 2017 mendatang, agar kembali terpilih.
Sebagai bentuk ketidakpeduliannya terhadap upaya Ahok tersebut Ia menggunakan istilah preketek.
“Ada pro kontra terserahlah, tidak masalah.
Yang pasti saya hanya menunjukkan adanya kampanye yang mengungkapkan bahwa untuk menjadi gubernur itu harus punya track record.
Bahasa Jawanya preketek,” kata Dhani saat ditemui di tempat terpisah pada hari Minggu 2 Februari 2016 di Muara Kapuk Jakarta Utara.
Istilah preketek tersebut juga digunakan Dhani paska pertemuannya dengan calon gubernur DKI lainnya, Yusril Ihza Mahendra.
Kala itu Dani membahas mengenai pentingnya track record atau rekam jejak sebagai salah satu penunjuk kualitas calon gubernur.
Dalam bahasa Jawa istilah preketek tersebut memiliki arti tidak percaya atau bisa juga tidak peduli
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Bika Ambon, Makanan Khas dari Medan atau Ambon?
Bupati Ogan Ilir Tersandung Kasus Narkoba
Alasan Risma Tolak Lawan Ahok di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta
Selamat, Presiden Joko Widodo Menjadi Kakek
Cegah Terorisme dan Pornografi, Presiden Barrack Obama Lakukan Hal Ini
Rachmawati: Perang Melawan Teroris Harus Sentuh Akar Permasalahan
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di politik
Semantic Authority Linker
Bika Ambon, Makanan Khas dari Medan atau Ambon?
Bupati Ogan Ilir Tersandung Kasus Narkoba
Alasan Risma Tolak Lawan Ahok di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda