Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Terkini
NASIONAL

Istana Maimun Medan, Istana Indah di Pusat Kota Medan

Oleh: Redaksi Bernas•11 September 2016
Istana Maimun Medan, Istana Indah di Pusat Kota Medan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Istana Raja Sultan Maimun terletak di jalan Brigjen Katamso lokasinya mudah dijangkau baik dari Bandara Polonia maupun dari Pelabuhan Belawan..."

🗓️ Dipublikasikan pada 11 September 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

HarianBernas.com ? Obyek wisata yang sangat terkenal di Medan salah adalah Istana Maimun. Istana Maimun adalah bukti kehebatan dan kejayaan kerajaan Melayu di Sumatera Utara.

Selain itu, Istana Maimun adalah kediaman Sultan beserta kerabat-kerabatnya. Jaman dahulu nama Maimun ditulis dengan nama Maimoon, adalah sebuah istana Kerajaan Deli.

Istana Maimun Medan dibuat pada masa Sultan Kerajaan Deli, Sultan Maimuun Al Easyid Perkasa Alamsyah dengan menghabiskan uang sebesar 1 juta gulden Belanda pada tahun 1888. Bangungan berdiri di atas tanah seluas 2.772 meter persegi dengan kamar sebanyak 30 dan menghadap di sebelah timur.

Istana ini terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian bangunan seperti bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan.

Bangunan istana ini menghadap ke utara sedangkan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan.

Istana Maimun telah menjadi pusat Kesultanan Deli. Sebagai catatan, dinasti kesultanan Deli diawali oleh Muhammad Dalik yang menjadi Yang Di Pertuan Haru pada tahun 1630 atas pengangkatan sultan Aceh.

Bentuk dari Istana Maimun dirancang sangatlah indah dan memiliki pengaruh dari Eropa dan Timur Tengah.

Ini bisa dibuktikan saat memasuki ruangan tamu (balairung) Istana Maimun, ada singgasana yang didominasi warna kuning.

Lampu-lampu Kristal menerangi singgasana, sebagai bukti ada pengaruh budaya Eropa.

Pengaruh itu juga terlihat pada perabotan istana seperti kursi, lemari sampai pintu dorong menuju Balairung.

Ruangan seluas 412 m2 ini digunakan untuk acara penobatan Sultan Deli atau acara adat lainnya.

Hingga saat ini, Balairung juga dipakai sebagai tempat Sultan sembah Sakti dari pengikut dan para kerabat Sultan pada Hari Raya Islam.  

Sebagian material bangunan dari Istana Maimun Medan sepertinya juga didatangkan dari Eropa, ubin, marmer  dan teraso. Arsitektur gaya Belanda Nampak pada pintu serta jendela yang lebar dan tinggi. Sedangkan pengaruh timur tengah terlihat pada bentuk lengkungan atau arcade  pada sejumlah bagian atap Istana.

Lengkungan yang berbentuk seperti perahu terbalik itu dikenal  dengan Lengkungan Persia, lengkungan ini banyak dijumpai pada bangunan di kawasan Timur Tengah, Turki dan India.

Orang yang  mendesain istana didatangkan langsung dari Italia.

Bangunan ini terdiri dari dua lantai yang dibagi menjadi tiga bagian, yakni bangunan induk, sayap kiri dan sayap kanan.

Keluarga kesultanan masih tinggal di dalam istana ini, yaitu di sayap kanan dan kiri.

Istana Raja Sultan Maimun terletak di jl. Brigjen Katamso, dengan lokasi yang mudah dijangkau, baik dari Bandara Polonia yaitu hanya sekitar 10 km maupun dari Pelabuhan Belawan. Untuk menuju ke Istana Maimun, kita dapat menggunakan taksi becak atau angkot.

Selamat berwisata dan menikmati kekayaan budaya Indonesia, karena selain masyarakat Indonesia sendiri, siapa lagi yang akan menghargai para pendahulu kita.

SO Happy Travelling!

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram