Ponsel Merek Ternama Makin Murah, Pocin Makin Tergilas

CHINA, HarianBernas.com – Negara produsen ponsel terbanyak di dunia adalah China. Bahkan pada tahun 2014 ada lebih dari 500 merek ponsel di China.
Namun kini, 2 tahun berselang menurut Mai Donghia yang kini menjabat sebagai Vice President ZTE, jumlah merek ponsel yang beredar di China hanya tinggal 100-an.
Ternyata masyarakat setempat hanya berminat pada merek-merek yang sudah terjamin kualitasnya.
Sehingga hal ini membuat ratusan vendor yang lain tidak mampu mempertahankan diri.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045“Tak lama lagi industri ponsel akan berkonsolidasi, sehingga hanya akan ada beberapa merk ternama di masa yang akan datang,” ujar Lin Renxiang, salah seorang analis industri di iResearch.
Otomatisasi Invoice & Procurement dengan AI — Gratis Trial
Invo1st memproses invoice, PO, dan 3-way matching secara otomatis. Hemat 80% waktu administrasi.
Daftar Sekarang — Gratis →Menurut South Morning China Post, saat ini di China hanya ada 4 vendor teratas yang masih menjadi idola.
Keempat vendor ponsel tersebut ialah Huawei, Oppo, Vivo dan Xiaomi.
“Brand-brand yang lebih kecil memang cukup laku dulunya, namun seiring dengan perkembangan teknologi internet serta marketing yang intensif, masyarakat jadi semakin tahu mengenai merek-merek ponsel papan atas dan semakin ingin memilikinya,” imbuh Lin.
Tak hanya itu, menurut Lin manufaktur yang besar memungkinkan vendor untuk mampu meningkatkan daya tawar dan menekan biaya produksi sehingga harga jual menjadi lebih terjangkau.
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Cara Menghilangkan Kecanduan Smartphone
Instagram dan Facebook Blokir Snapchat dan Telegram
Samsung Tak Gentar Saat Diserbu Pocin Murah Meriah
7 Aplikasi Ini Ternyata Membuat Android Anda Lemot
Inilah Tips ala Norton Agar Dapat Online dengan Aman
Friendster is Back
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di highlight
Semantic Authority Linker
Cara Menghilangkan Kecanduan Smartphone
Instagram dan Facebook Blokir Snapchat dan Telegram
Samsung Tak Gentar Saat Diserbu Pocin Murah Meriah
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda