Beberapa Penyebab Pasangan Ganda Putra Gagal di All England 2016

BIRMINGHAM,HarianBernas.com–Penampilan tim Indonesia di All England 2016 sangat mengecewakan.
Dari sejumlah pemain yang tampil, baik tunggal putra maupun putri, ganda putra maupun putri, semuanya gagal melaju ke babak perempatfinal.
Hanya dua ganda campuran yang lolos ke perempatfinal.
Dan hasil ini tidak sesuai dengan target Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Bahkan yang paling mengecewakan, dari empat pasangan ganda putra, tak satu pun yang mampu lolos ke perempat final.
Keempat pasangan ganda tersebut, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Berry Angriawan/Rian Agung Saputro dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, bahkan gagal di babak-babak awal.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi pun siap melakukan evaluasi atas kinerja anak didiknya.
Meski secara tekni, penampilan mereka baik namun kekuatan tangan/power mereka masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi ke depan.
Menurut Herry, secara teknik, permainan anak asuhannya masih benar.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolDemikian pula pola permain juga benar. Hanya dari segi otot tangan masih kurang sehingga perlu dibenahi dengan sering melakukan latihan. Hal ini terlihat sangat mencolok dibanding lawan.
Kekuatan tangan pemain Indonesia masih kalah jauh dari lawan.
Jadi, tenaga tangan yang agak turun, bukan masalah fisik dan napas.
Apalagi, di All England kali jni bolanya agak berat sehingga membutuhkan tenaga ekstra besar untuk mematikan lawan.
Menurut Herry, di ganda putra level dunia, untuk bisa mendapatkan poin memang harus membunuh lawan, antara lain dengan smash yang keras.
Namun, dalam penampilan pemain kali ini, tenaga mereka sangat kurang sehingga bola susah tembus. “Hal ini yang akan menjadi evaluasi dan perbaikan ke depan.
Ini menjadi pekerjaan rumah saya sebagai pelatih,” kata Herry.
Dalam All England 2016, pasangan Hendra/Ahsan bahkan kalah dari pasangan Malaysia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, 15-21, 21-15 dan 17-21.
Padahal sebenarnya, pasangan nomor dua dunia ini masih lebih unggul dibanding pasangan Malaysia.
Menurut Herry, Koo/Tan tampak lebih siap dibanding Hendra/Ahsan.
Mereka memiliki waktu lebih banyak berlatih dibanding Hendra/Ihsan sebelum All England.
Dan kebanyakan pasangan ganda putra yang lolos ke perempat final All England tidak turun di kualifikasi Piala Thomas di India beberapa waktu lalu.
Ini berarti, dari segi kesegaran mereka lebih unggul dari pemain Indonesia yang sebelumnya tampil di kualifikasi Piala Thomas.
Dan ini menjadi salah satu faktor, meski bukan satu-satunya tolak ukur.
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Benfica Lolos Liga Champion 2016, Zenit Gigit Jari
Menang 0-9, PSG Kunci Gelar Juara Ligue 1 Prancis di Laga ke-30
Go?Go?Rio Haryanto!!! Ayo Taklukkan Sirkuit Albert Park, Australian Grand Prix F1 2016
Praveen: Kenapa Harus Kalah Kalau Memang Bisa Menang
Dikalahkan PSG, Chelsea Tersingkir dari Liga Champions
Persib vs Mitra Kukar Bermain Imbang di Piala Bhayangkara 2016
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di olahraga
Semantic Authority Linker
Benfica Lolos Liga Champion 2016, Zenit Gigit Jari
Menang 0-9, PSG Kunci Gelar Juara Ligue 1 Prancis di Laga ke-30
Go?Go?Rio Haryanto!!! Ayo Taklukkan Sirkuit Albert Park, Australian Grand Prix F1 2016
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda