Leadership 6.0 Jadi Kunci Hadapi Era AI, Akademisi: Pemimpin Harus Naik Level Kesadaran

JAKARTA, BERNAS.ID – Perkembangan teknologi yang semakin pesat dinilai tidak selalu diiringi dengan peningkatan kualitas manusia, khususnya dalam kepemimpinan.
Kondisi ini memunculkan tantangan baru berupa krisis makna, meningkatnya burnout, hingga menurunnya kepercayaan terhadap organisasi.
Akademisi yang juga Rektor Universitas Mahakarya Asia (Unmaha), Tri Atmodjowati, menilai situasi tersebut sebagai tanda adanya krisis kesadaran dalam kepemimpinan modern.
“Kita tidak kekurangan pemimpin pintar atau strategi hebat.
Yang kurang saat ini adalah pemimpin yang sadar, yang memahami bukan hanya apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengapa itu penting,” ujar Tri.
Baca Juga : Dari Dunia Korporasi ke Akademik, Perjalanan Tri Atmodjowati Menjadi Rektor UNMAHA
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Menurutnya, selama beberapa dekade terakhir, dunia cenderung berfokus pada percepatan, efisiensi, produktivitas, dan kecanggihan teknologi.
Namun di balik itu, muncul berbagai persoalan mendasar seperti kelelahan kerja (burnout), krisis makna, serta kepemimpinan yang kehilangan arah.
Dalam konteks tersebut, Tri memperkenalkan konsep Leadership 6.0 sebagai pendekatan yang menekankan peningkatan kesadaran dalam memimpin.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi Kreatif“Leadership 6.0 bukan sekadar pengembangan model kepemimpinan sebelumnya, tetapi lompatan kesadaran.
Pemimpin tidak lagi hanya mengendalikan atau mengarahkan, tetapi mampu menyadari, memaknai, dan memberi dampak,” jelasnya.
Ia menambahkan, di tengah kemajuan Artificial Intelligence (AI), keunggulan manusia tidak lagi terletak pada kemampuan analisis atau prediksi, melainkan pada kesadaran dalam mengambil keputusan.
Baca Juga : Perkuat Kepercayaan Publik di Era 5G, Industri Didorong Uji Verifikasi Keamanan Perangkat
“AI bisa mengolah data dan membaca pola, tetapi manusia memiliki kemampuan memberi makna, menentukan nilai, dan memilih dengan kesadaran,” kata Tri.
Karena itu, masa depan kepemimpinan, lanjutnya, akan ditentukan oleh sejauh mana manusia mampu menggunakan teknologi dengan kesadaran, bukan sekadar kecanggihan alat yang dimiliki.
Sebagai pendidik, Tri menekankan pentingnya peran dunia pendidikan dalam membentuk karakter pemimpin masa depan.
Ia mengingatkan agar pendidikan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan kesadaran.
“Kalau kita hanya mengajarkan skill, kita mungkin menghasilkan profesional yang kompeten.
Tapi belum tentu pemimpin yang bijaksana.
Padahal dunia saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu memberi arah,” tegasnya.
Leadership 6.0, menurut Tri, mengintegrasikan empat aspek utama dalam diri pemimpin, yaitu pikiran (mind), emosi (heart), tujuan (purpose), dan kesadaran (consciousness).
Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa inti dari kepemimpinan bukan hanya soal memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan memimpin diri sendiri.
“Pemimpin yang kuat adalah mereka yang mampu memimpin dirinya terlebih dahulu.
Dari situlah arah kepemimpinan yang berdampak akan lahir,” pungkasnya. (DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Track Top 100 Kompetitor & Industry Trend Real-Time
Bernas Intelligence memberikan sinyal pasar, ranking brand, dan content brief mingguan untuk tim marketing & strategy Anda.
Lihat Intelligence Hub →
Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait JAKARTA
Local Intelligence Node
Transformasi Digital Jakarta: Strategi Menembus Pasar Kerja Global dari Rumah
Strategi Transformasi Talenta Digital Jakarta Menuju Karir Remote Global
Strategi Literasi Digital Jakarta: Menjemput Peluang Karir Global di Era AI
Revolusi Digital Jakarta: Strategi Menaklukkan Karir Remote Global 2024
Menakhodai Era Symbiotic Leadership, Dunia Butuh Leadership 6.0
10 Kecakapan Digital yang Harus Dikuasai Agar Bisa Menyebarkan Konten Positif
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JAKARTA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di teknologi
Semantic Authority Linker
Strategi Cerdas Menguasai Ekonomi Digital 2045 Melalui Prodi Informatika UNMAHA
Cara Strategis Membangun Kedaulatan Digital Melalui Pendidikan Spesifik Standar Global
Prabowo Subianto Dorong Penguatan Alutsista Domestik, Gandeng BUMN Strategis
Strategi Jitu Cetak SDM Unggul Melalui Pendidikan Tinggi Berstandar Global
Strategi Cerdas Cetak SDM Digital Unggul Demi Indonesia Emas 2045
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JAKARTA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda