Menakhodai Era Symbiotic Leadership, Dunia Butuh Leadership 6.0

JAKARTA, BERNAS.ID – Di tengah laju teknologi yang kian cepat, paradigma kepemimpinan mengalami pergeseran mendasar.
Kepemimpinan tidak lagi sekadar soal jabatan, melainkan kemampuan menyelaraskan makna (meaning) dan kinerja (performance) secara seimbang.
Konsep ini mengemuka dalam gagasan Leadership 6.0: Intelligent & Conscious Leadership yang diperkenalkan Akademisi Tri Atmodjowati.
Model ini menekankan pentingnya sinergi antara manusia, teknologi, dan sistem dalam satu ekosistem kepemimpinan yang terintegrasi.
Menurut Rektor Universitas Mahakarya Asia ini, perkembangan ini merupakan kelanjutan dari evolusi panjang kepemimpinan.
Mulai dari era komando dan kontrol (Leadership 1.0), manajemen efisiensi (2.0), hubungan manusia (3.0), transformasi digital (4.0), hingga pendekatan human-centric (5.0).
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Baca Juga : Dewanto Rahadmoyo, Mantan Asisten Manajer Tahun 2018, Kini Duduki Posisi Manajer Tim PSS
“Memasuki tahun 2026, tantangan dinilai semakin kompleks.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolPemimpin tidak hanya dituntut adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu mengelola kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan (AI) secara etis dan berkelanjutan,” kata Tri Atmodjowati.
Dalam kerangka Leadership 6.0, menurutnya, pemimpin berperan sebagai arsitek ekosistem.
Mereka mengorkestrasi hubungan antara manusia, AI, dan sistem untuk menciptakan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi organisasi tetapi juga masyarakat.
Konsep ini dikenal sebagai Symbiotic Leadership, yakni kepemimpinan yang menekankan kolaborasi simultan antara manusia dan teknologi.
“Untuk mencapai dampak optimal, terdapat tiga pilar utama yang harus dikuasai, yaitu pengelolaan manusia (human), kecerdasan buatan (AI), dan sistem (system).
Ketiganya saling terkait dan tidak dapat berjalan sendiri,” terangnya.
Selain itu, kepemimpinan masa depan juga menuntut penguasaan aspek internal melalui pendekatan neuro-semantics.
Pendekatan ini mendorong pemimpin memahami dan mengelola emosi, pola pikir, serta tujuan secara jernih sebelum menghadapi kompleksitas eksternal.
Baca Juga : Dari Dunia Korporasi ke Akademik, Perjalanan Tri Atmodjowati Menjadi Rektor UNMAHA
Pemimpin era 6.0 dituntut memiliki sejumlah kemampuan kunci, antara lain kepemimpinan diri (self leadership), berpikir kritis berbasis AI, pemahaman sistem, adaptasi cepat, kolaborasi manusia-teknologi, serta integritas berbasis tujuan.
System thinking menjadi fondasi utama dalam menyatukan kecerdasan mesin dengan kebijaksanaan manusia, sehingga tercipta keseimbangan dalam pengambilan keputusan.
Tri Atmodjowati menyebut, konsep Leadership 6.0 bukan sekadar wacana, melainkan langkah strategis untuk menyiapkan pemimpin masa depan, termasuk dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Ia juga tengah merampungkan buku bertajuk Leadership 6.0 yang dijadwalkan terbit pada 2026.
Dengan pendekatan ini, kepemimpinan diharapkan mampu melampaui pola tradisional dan menjadi kunci dalam menciptakan masa depan yang lebih harmonis melalui sinergi antara manusia dan teknologi.
(DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait JAKARTA
Local Intelligence Node
Strategi Transformasi Karir: Cara Warga Jakarta Menembus Pasar Teknologi Global
Transformasi Digital Jakarta: Mengatasi Kesenjangan Akses Internet Warga
Jakarta Digital Hub: Rahasia Menembus Karir Global di Tengah Kesenjangan Digital
Strategi Karir Remote Jakarta: Menembus Pasar Global Lewat Penguasaan Teknologi
UNMAHA Menggemparkan Jakarta: Meretas Kesenjangan Digital Menuju Indonesia Emas 2045
Menguak Kesenjangan Talenta Digital Jakarta: Peluang Emas yang Tersia-sia?
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JAKARTA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di teknologi
Semantic Authority Linker
Langkah Strategis Surabaya Cetak Talenta Digital Berstandar Remote Global
Strategi Transformasi Karir: Cara Warga Jakarta Menembus Pasar Teknologi Global
Strategi Transformasi Digital Surabaya: Menuju Karir Global dan Kedaulatan Teknologi
Aksi Cepat Taruna Akpol Selamatkan Anak Hanyut di Aceh Tamiang
Ada Potongan Dana Hibah Pariwisata Rp3 Juta untuk Pokdarwis
Gegar! Pembangkit Listrik Panas Bumi Raksasa Sumur Bening Resmi Beroperasi, Guncang Peta Energi Nasional!
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JAKARTA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda