KOTA DEPOK – Pemerintah Kota Depok resmi mengoperasikan penuh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Sehat Afiat (ASA) di Kecamatan Tapos, Jawa Barat, pada Agustus 2026. Pengembangan rumah sakit ini menjadi jawaban atas kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah Depok Timur yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke RSUD Kota Depok di Pancoran Mas. Dengan tambahan kapasitas hingga 60 persen, RSUD ASA kini menjadi rumah sakit rujukan utama bagi warga Kecamatan Tapos, Cimanggis, dan Sukmajaya.
Kapasitas dan Fasilitas Baru
Direktur RSUD ASA, dr.
Siti Rahayu, Sp.PD, dalam keterangannya kepada BERNAS.id, Rabu (12/8/2026), menyatakan bahwa rumah sakit yang berlokasi di Jalan Raya Tapos No.
1 ini kini memiliki 150 tempat tidur, meningkat dari sebelumnya 94 tempat tidur. Penambahan ini mencakup ruang rawat inap kelas 1, 2, dan 3, serta ruang isolasi khusus.
Fasilitas unggulan baru meliputi layanan hemodialisis dengan 20 mesin, unit stroke terpadu, dan ruang operasi modular yang dilengkapi teknologi laparoskopi.
“Kami juga menambah layanan spesialis jantung dan pembuluh darah, serta memperluas Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang kini mampu menampung 20 pasien sekaligus.
Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mengurangi beban RSUD Kota Depok yang selama ini overload,” ujar dr. Siti.
Dukungan Anggaran dan Peralatan
Pengembangan RSUD ASA menelan anggaran Rp 98 miliar dari APBD Kota Depok, dengan rincian Rp 62 miliar untuk konstruksi gedung baru empat lantai dan Rp 36 miliar untuk pengadaan alat kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dr.
Lies Kurniawati, M.Kes, menambahkan bahwa RSUD ASA kini telah memiliki CT Scan 128 slice dan MRI 1.5 Tesla, yang sebelumnya hanya tersedia di rumah sakit swasta besar seperti RS Bunda Margonda atau RS UI.
“Dengan peralatan ini, pasien Depok Timur tidak perlu lagi dirujuk ke Jakarta atau ke RSUD Kota Depok. Target kami, 70 persen rujukan dari puskesmas di wilayah timur dapat ditangani di sini,” jelas dr. Lies.
Respon Warga dan Pengamat
Kepala Puskesmas Tapos, Ahmad Fauzi, mengapresiasi langkah ini.
Menurutnya, sejak awal tahun 2026, rata-rata 40 pasien per hari dirujuk dari Puskesmas Tapos ke RSUD ASA, dan kini mereka tidak perlu antre lama.
“Dulu, pasien stroke atau gagal ginjal harus menunggu hingga dua hari untuk mendapatkan kamar. Sekarang, dengan tambahan ruang, pelayanan lebih cepat,” ujarnya.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Dr. Bambang Widodo, menilai pengembangan RSUD ASA sebagai langkah strategis dalam pemerataan layanan kesehatan. “Depok Timur dengan kepadatan penduduk tinggi, khususnya di sekitar kawasan Grand Depok City dan Citayam, membutuhkan rumah sakit tipe B.
RSUD ASA kini setara dengan tipe B, dan ini akan mengurangi kesenjangan akses layanan,” kata Bambang.
Data dan Fakta Pendukung
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Depok tahun 2025, jumlah penduduk Kecamatan Tapos mencapai 235.000 jiwa, Cimanggis 240.000 jiwa, dan Sukmajaya 220.000 jiwa. Sebelum pengembangan, rasio tempat tidur rumah sakit di wilayah timur hanya 0,8 per 1.000 penduduk, jauh di bawah standar WHO yang 2 per 1.000. Dengan penambahan ini, rasio naik menjadi 1,3 per 1.000, namun masih perlu ditingkatkan.
Sementara itu, warga RT 03/RW 05 Kelurahan Sukmajaya, Siti Nurjanah (45), mengaku bersyukur. “Saya punya suami yang cuci darah dua kali seminggu.
Sekarang tidak perlu ke RSUD Pancoran Mas yang macet. Di ASA sudah ada mesin cuci darah, dan biayanya juga ditanggung BPJS,” tuturnya.
Pemerintah Kota Depok berencana menambah 50 tempat tidur lagi pada 2027 dan membuka layanan bedah saraf. Dengan demikian, RSUD ASA diharapkan menjadi pusat rujukan utama bagi seluruh wilayah Depok Timur dan sekitarnya.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.




