Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Fakta Dibalik Pembaruan Status WhatsApp yang Menggemparkan Pengguna

Oleh: Redaksi Bernas•30 Januari 2021
Fakta Dibalik Pembaruan Status WhatsApp yang Menggemparkan Pengguna
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Pengguna WhatsApdigemparkan dengan munculnnya status baru yang dikirim oleh pihak WhatsApStatus dari WhatsApini keluar setelah pihak..."

🗓️ Dipublikasikan pada 30 Januari 2021.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita teknologi terbaru →

Bernas.id – Pengguna WhatsApp digemparkan dengan munculnnya status baru yang dikirim oleh pihak WhatsApp. Status dari WhatsApp ini keluar setelah pihak WhatsApp sebelumnya mengatakan dalam blog resminya, akan berupaya menjernihkan informasi yang salah terkait kebijakan privasi baru miliknya.

Pihak perusahaan mengirimkan pesan kepada penggunanya melalui status dengan kontak bernama “WhatsApp”. WhatsApp memberikan informasi fitur baru yang ada di aplikasinya. 

“WhatsApp sekarang membagikan informasi di status.

Di sini Anda dapat mengetahui informasi dan fitur baru,” tulis WhatsApp.

Sebelumnya WhatsApp menjadi sorotan banyak pihak setelah adanya perubahan aturan privasi. WhatsApp telah memberi klarifikasi soal isu kerawanan data perubahan itu dengan menjelaskan bahwa pembaruan kebijakan privasi tidak akan mempengaruhi keamanan privasi pengguna. 

“Kami ingin meluruskan rumor dan 100 persen jelas bahwa kami melindungi pesan pribadi dengan enkripsi end-to-end,” kata WhatsApp dalam keterangan resmi lewat Twitter, Selasa (12/1).

“Bisnis dapat memberi penyedia layanan pihak ketiga [solution provider] akses ke komunikasinya untuk mengirim, menyimpan, membaca, mengelola, atau memprosesnya untuk bisnis,” tulis Whatsapp dalam pembaruan kebijakannya.

Terdapat 4 pesan yang disampaikan WhatsApp, yaitu;

1. Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami terhadap privasi Anda.

WhatsApp.com/privacy

2. WhatsApp tidak dapat membaca tau mendengarkan percakapan pribadi Anda karena percakapan tersebut terenkripsi secara end-to-end. WhatsApp.com/privacy

3.

WhatsApp tidak dapat melihat lokasi yang Anda bagikan.

4. WhatsApp tidak membagikan kontak Anda dengan Facebook.

Poin informasi yang diberikan yaktu WhatsApp menekankan tetap akan menjaga privasi penggunanya terkait pesan atau percakapan. Pada 15 Januari 2021, pihak aplikasi WhatsApp memberi pengumuman bahwa pembauran kebijakan privasi tidak akan membuat WhatsApp ataupun Facebook melihat percakapan pribadi penggunanya.

Pembaruan hanya untuk menyertakan opsi baru yang harus dimiliki pengguna ketika mengirim pesan bisnis ke WhatsApp.

Pembaruan diklaim sebagai bentuk transparansi mengenai cara WhatsApp mengumpulkan dan menggunakan data.

Melansir Live Mint, WhatsApp telah menunda untuk mengimplementasikan kebijakan privasi baru tersebut selama tiga bulan. Awalnya, perubahan kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 8 Februari 2021.

Namun, WhatsApp mengonfirmasikan bahwa pihaknya akan menunda tanggal penerapan kebijakan baru hingga Mei 2021.

“Tidak ada seorang pun yang akunnya akan ditangguhkan atau dihapus pada 8 Februari, dan kami akan menarik kembali rencana bisnis kami hingga setelah Mei,” demikian pernyataan pihak WhatsApp.

“Kami telah mendengar dari begitu banyak orang betapa banyak kebingungan yang terjadi seputar pembaruan kami baru-baru ini. Ada banyak informasi yang salah yang menyebabkan kekhawatiran dan kami ingin membantu semua orang memahami prinsip dan fakta kami,” kata WhatsApp.

Kebijakan privasi baru WhatsApp memang mengundang kecemasan bagi para penggunanya. Mereka khawatir dengan nasib data mereka yang akan digunakan untuk kebijakan iklan Facebook dan privasi data.Salah satu bukti kecemasan ini adalah banyaknya pengguna yang beralih ke aplikasi pesaing seperti Telegram dan Signal Messenger yang mengalami tambahan pengguna yang cukup banyak dalam hitungan minggu.

Selanjutnya, Status yang dikirimkan WhatsApp memicu komentar warganet di antaranya komentar di akun Twitter @tenthelee “WhatsApp apa enggak tidur ya kok udah bikin status aja”.

Ada juga komentar dari akun Twitter @tentusajaita “WhatsApp begitu karena ia takut ditinggal pas lagi disayang, cuma karena salah paham, jadi ini tuh kek bentuk2 dengerin dulu penjelasanku,” gitu gaes.

Jelasnya ia masih ingin bertahan bersamamu, menemani kamu jadi yang paling kamu sayang (lagi)”.

Ada juga yang membuat komentar baper seperti “Aku tu mau bales Kayak aku bles status kmu walaupun ga di bles tapi ini kok ga bisa ya boro boro mau d bales #WhatsApp” dari akun Twitter@yhody_yody.

(arl) 

Artikel ini ditinjau ulang oleh redaksi bernas.id pada 10 September 2026.

Pembaruan fitur pada aplikasi pesan instan seperti WhatsApp selalu menjadi topik yang relevan bagi pengguna di era digital.

Memahami dinamika perubahan status dan fitur komunikasi membantu pembaca menyikapi informasi teknologi secara lebih kritis.

Artikel ini menyajikan konteks yang berguna untuk memahami fenomena tersebut tanpa terikat pada momen tertentu.

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Fakta Dibalik Pembaruan Status WhatsApp yang Menggemparkan Pengguna?

Bernas id Pengguna WhatsApdigemparkan dengan munculnnya status baru yang dikirim oleh pihak WhatsApStatus dari WhatsApini keluar setelah pihak...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

IKLAN — Dari Ekosistem Bernas

Konsultasi Digital & AI — Gratis

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Fakta Dibalik Pembaruan Status WhatsApp yang Menggemparkan Pengguna”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem