Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Sengketa India dan Pakistan Memanas, Ribuan Warga Desa Kashmir Tinggalkan Rumah

Oleh: Redaksi Bernas•17 November 2016
Sengketa India dan Pakistan Memanas, Ribuan Warga Desa Kashmir Tinggalkan Rumah
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Ribuan warga desa Kashmir yang dikuasai Pakistan terpaksa meninggalkan rumah mereka karena meningkatnya kekerasan antara India dan Pakistan...."

🗓️ Dipublikasikan pada 17 November 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

HarianBernas.com ? Ribuan warga desa Kashmir yang dikuasai Pakistan terpaksa meninggalkan rumah mereka karena meningkatnya kekerasan antara India dan Pakistan di sepanjang perbatasan yang menjadi sengketa.

Raja Farooq Haider, Perdana Menteri dari Azad Jammu dan Kashmir, bagian yang dikuasai Pakistan dari wilayah yang disengketakan, mengatakan, pemerintah Selasa (15/11/2016), telah memindahkan 8 ribu orang ke tempat aman dari penembakan yang sedang berlangsung India, dan rencananya akan mengevakuasi lebih banyak orang.

Abdul Jabbar, warga desa di Bhimber, wilayah perbatasan de facto antara kedua negara, mengatakan kepada CNN, bahwa 10 orang anggota keluarganya telah meninggalkan rumah mereka di malam hari. Hari berikutnya, wilayah itu terkena mortir.

“Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita,” kata Jabbar, seperti ditulis CNN, Kamis (17/11/2016).

Sementara saat ditanya mengenai alasan evakuasi warga Kashmir oleh Pakistan karena ada penembakkan dari India, juru bicara pertahanan India, Letnan Kolonel Manish Mehta dari kota Jammu mengatakan kepada CNN, “Kami selalu merespon dengan tepat dan efektif setiap kali ada pelanggaran gencatan senjata dari sisi Pakistan.”

Evakuasi dilakukan setelah 7 tentara Pakistan tewas, pada Senin (14/11/2016), dalam baku tembak antara pasukan Pakistan dan India di Garis Kontrol, nama perbatasan antara kedua negara.

Ketegangan antara negara tetangga Pakistan dengan India meningkat selama beberapa bulan terakhir.

Masing-masing negara saling menuduh sebagai provokasi, dengan laporan terjadinya pelanggaran gencatan senjata dan korban tewas di kedua pihak.

Pada bulan Oktober, India merelokasi lebih dari 10 ribu orang dari wilayah perbatasan Kashmir. Simrandeep Singh, hakim Distrik Jammu di India, menuduh pasukan Pakistan melepaskan tembakkan di Garis Kontrol dalam dua insiden terpisah.

Kashmir adalah wilayah dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Wilayah ini selama 70 tahun lebih diperebutkan antara India dan Pakistan.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram