YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Perkembangan inovasi dunia kecantikan dituntut untuk menyesuikan dengan perkembangan digital saat ini, khususnya kecerdasan buatan atau AI. Peluang ini berhasil ditangkap oleh Pincare, sebuah startup inovatif asal Yogyakarta, yang fokus perawatan kecantikan.
Saat ini pun Pincare bertumbuh pesat dengan kebutuhan publik yang meningkat karena berhasil menawarkan solusi cerdas untuk memenuhi kebutuhan perawatan kulit masyarakat modern.
Baca Juga Kejari Sleman Diminta Pakai Strategi Klaster Bongkar Dugaan Korupsi Hibah Pariwisata
Pincare iinisiasi oleh CEO dr. Sobri Emiga Sando.
Ia mengatakan aplikasi ini sudah memiliki fitur unggulan Face Analyzer sebagai yang pertama di Indonesia.”Dengan memanfaatkan AI, fitur ini mampu menganalisis kondisi kulit wajah dengan sangat personal dan memberikan rekomendasi jenis perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit pengguna,” tuturnya, Rabu (11/12).
Setelah memberikan rekomendasi perawatan, Pincare menawarkan informasi yang lengkap terkait rekomendasi klinik mitra berdasarkan lokasi pengguna. Teragregasi lebih dari 100 klinik di Indonesia, yang tersebar di Jakarta, Yogya, Bali dan lain sebagainya. Ditambah fitur konsultasi online yang memungkinkan pengguna langsung berinteraksi dengan ahli untuk mendapatkan saran perawatan yang spesifik.
Lanjut tambahnya, fitur easy appointment & reschedule dalam aplikasi tersebut dapat digunakan pengguna untuk melakukan booking klinik dan mengatur jadwal perawatan dengan mudah.
“Kami terus melakukan pengembangan dan uji fitur-fitur baru, seperti virtual reality untuk simulasi perawatan, serta integrasi dengan wearable devices untuk pemantauan kesehatan kulit secara real-time,” kata Miga.
Ia pun mengaku punya sudut pandang yang berbeda terkait ekosistem klinik kecantikan di Indonesia, supaya tumbuh dan berkembang bersama-sama.”Saya mempunyai visi untuk membantu klinik-klinik kecantikan agar mampu bertumbuh dan meningkatkan kualitas treatment untuk pasien,” katanya.
“Selain itu, Pincare juga memperhatikan tentang kemudahan dan fleksibilitas pembayaran dengan menyediakan berbagai pilihan metode pembayaran, dari virtual account hingga paylater,” imbuh Miga.
Dalam ajang Job Fair dan IT Education Fair di UGM, kehadiran Pincare berhasil menjadi sorotan pengunjung.
Salah satunya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria yang langsung mencoba face analyzer Pincare untuk mendeteksi kulit wajahnya.
Miga pun sempat menjelaskan kepada Wamen bahwa Pincare ini merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang merevolusi bisnis healty and beauty. Di Yogyakarta ada sekitar 50 titik, karena aplikasi ini memang dibangun dari Yogyakarta.
Nezar terlihat sangat tertarik ketika aplikasi tersebut dapat menganalisa wajahnya. Ia pun mengapresiasi inovasi penerapan teknologi AI yang dikembangkan dalam aplikasi tersebut.“Aplikasi ini sangat bagus sekali,” tukas Nezar. (Jat)

