Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Rocky Gerung: Pembinaan Kabinet Merah Putih di Hambalang dan Magelang Tidak Berguna

Oleh: Redaksi Bernas•28 Oktober 2024
Rocky Gerung: Pembinaan Kabinet Merah Putih di Hambalang dan Magelang Tidak Berguna
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"YOGYAKARTA, BERNAS.ID Pengamat politik Rocky Gerung berpendapat bahwa pembinaan terhadap Kabinet Merah Putih (KMP) yang dipimpin Prabowo-Gibran tidak ada guna..."

🗓️ Dipublikasikan pada 28 Oktober 2024.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita politik terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pengamat politik Rocky Gerung berpendapat bahwa pembinaan terhadap Kabinet Merah Putih (KMP) yang dipimpin Prabowo-Gibran tidak ada gunanya. Itu karena segera setelah di-briefing tentang etika di Hambalang, ada menteri KMP yang terang-terangan melanggar etika.

Hal itu disampaikan pengamat politik Rocky Gerung saat menjadi pembicara dalam acara diskusi berjudul “Kaum Muda: Seni dan Aktivisme” yang digelar Senin 28 Oktober 2024 di kawasan Jogja National Museum (JNM). Diskusi digelar dalam rangkaian acara pameran seni rupa “Patung dan Aktivisme” dari seniman Dolorosa Sinaga & Budi Santoso.

“Dua hari kemudian [setelah di-briefing] Menteri Desa pakai kop surat Kementerian Desa, untuk memerintahkan kepala desa, untuk mengundang masyarakat desa, untuk berkumpul di kantor pedesaan, karena isterinya mau kampanye,” kata Rocky.

Baca juga: Larang Gunakan Mobil Impor, Prabowo Minta Menteri Gunakan Mobil Maung

“Ethics first, tapi dalam 48 jam ethics itu langsung hilang, dan Prabowo diemin,” tegasnya.

Jadi ia merasa, sejak awal pembekalan yang dilakukan Prabowo kepada menterinya dengan mengundang berbagai pakar internasional di Hambalang itu sia-sia belaka.

Begitu pula halnya menurut Rocky dengan pembinaan para menteri di Akademi Militer Tidar Magelang.

“Selesai dengan abstraksi di Hambalang, dipindahin ke Tidar,” katanya.

Pelatihan di Magelang itu menurut Rocky Gerung hanyalah untuk menegaskan supaya para menteri benar-benar patuh pada Prabowo. Menteri tidak diarahkan menjadi sosok yang bisa berpikir, namun hanya menjadi sosok pembantu presiden. Padahal menteri itu seharusnya otonom dengan pikirannya.

“Bukan di-briefing dulu oleh orang asing, lalu disuruh baris-berbaris di Magelang,” katanya disambut tawa hadirin.

Ia juga mengkritik Wapres Gibran Rakabuming Raka yang meninggalkan pelatihan di Magelang lebih awal, guna melakukan pembagian susu serta buku kepada warga.

Rocky menganggap itu pencitraan yang tidak penting seperti yang biasa dilakukan Jokowi, yang seharusnya hal itu bisa dilakukan orang lain yang levelnya jauh di bawahnya.

“Itu urusan ketua RT itu, bagi-bagi susu bagi-bagi kertas pensil segala macam. Ngapain wakil presiden?” tandasnya.

Baca juga: Indonesia Bertutur 2024 Pacu Atensi Anak Muda di Bidang Seni dan Budaya

Seniman Melati Suryodarmo yang menjadi pembicara lain di diskusi ini, sempat membahas detail karya patung yang dipamerkan, yang menurut dia mampu berhubungan dengan tema-tema kemanusiaan. Ia mencontohkan, tidak adanya mata di patung-patung manusia karya Dolorosa Sinaga menjadi simbol suatu luka yang mendalam.

“Karya-karya Bu Dolo (Dolorosa) menghadirkan kekerasan yang tidak terungkap dan tidak terselesaikan, yang terkubur bersama waktu,” jelasnya. (den)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram