Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Sepatu untuk Penderita Kelumpuhan Ini Bisa Dikendalikan dengan Smartphone

Oleh: Redaksi Bernas•18 Agustus 2019
Digital Asset Simulation
Sepatu untuk Penderita Kelumpuhan Ini Bisa Dikendalikan dengan Smartphone
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Sepatu untuk Penderita Kelumpuhan Ini Bisa Dikendalikan dengan Smartphone..."

🗓️ Dipublikasikan pada 18 Agustus 2019.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

SLEMAN, BERNAS.ID- Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi sepatu bernama Aveo 3 untuk mencegah kekakuan (anti kontraktur) engkel kaki pada penderita kelumpuhan. Sepatu Aveo 3 dirancang untuk mencegah kekakuan khususnya di bagian pergelangan kaki bagi penderita kelumpuhan.

Aveo 3 dikembangkan oleh Bryan Nuril Inzaghi, Andri Khoirul Huda, dan Muhammad Fahmi Husaen merupakan produk generasi ke-3. Di bawah bimbingan Budi Sumanto, SSi, MEng, melalui Program Kerativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC), ketiga mahasiswa Sekolah Vokasi UGM ini mengembangkan Aveo ini.

Aveo generasi pertama mulanya dikembangkan pada tahun 2018 silam.

Inovasi terbaru Aveo 3 saat ini dibuat menggunakan motor stepper dengan torsi 4.8 N.m sebagai penggerak yang dapat menggerakkan ankle, Sedangkan untuk mikrocontroller digunakan basis arduino nano.

?Sepatu Aveo 3 dilengkapi Mechanomyogram atau rangkaian sensor deteksi ketegangan otot,? jelas Fahmi di Kampus UGM, Senin 19 Agustus 2019.

Fahmi menjelaskan sepatu Aveo 3 ini dilengkapi sensor berbasis Electret Microphone untuk pembacaan sinyal otot. Dibuat dengan menggunakan bahan polyethylene dan polylactid acid yang ringan dan kuat sehingga memberikan kenyaman bagi penggunanya.

?Dari pengujian sementara, diketahui motor penggerak dapat dikontrol melalui smartphone sedangkan untuk mechanoymogram dapat mendeteksi ketegangan otot,?ungkapnya.

Fahmi mengungkapkan pengembangan sepatu Aveo ini berawal dari pengalamannya yang menderita Duchenne Muscular Dystrophy (DMD). Penyakit itu menyebabkan penurunan fungsi otot sehingga mengalami kelumpuhan kaki.

Karena tidak pernah melakukan fisioterapi, Fahmi mengalami kekakuan dan sulit untuk bergerak atau dikenal dengan kontraktur akibat kekakuan otot.

Hal inilah yang menginspirasinya untuk membuat sebuah alat yang bisa membantu mencegah terjadi kontraktur angkle.

Sepatu yang dikembangkan ini dapat memberikan gerakan otomatis layaknya fisioterapi sehingga dapat mencegah kontraktur angkle. ?Harapannya Aveo 3 ini bisa memberikan manfaat dan digunakan untuk terapi, khususnya oleh para penyandang disabilitas,? harap Fahmi.

Sepatu Aveo 3 ini tidak hanya menjadi terobosan dalam membantu terapi penderita kelumpuhan, tapi juga berhasil lolos melaju dalam Pekan Mahasiswa Ilmiah Nasional (PIMNAS) yang akan beralnsgung pada akhir Agustus mendatang di Universitas Udayana Bali. (jat)

Artikel ini ditinjau ulang oleh redaksi bernas.id pada 11 Oktober 2026. Perkembangan teknologi asistif seperti sepatu yang dapat dikendalikan melalui smartphone menunjukkan bagaimana inovasi digital terus membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas.

Bagi pembaca hari ini, topik ini relevan untuk memahami arah riset dan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas hidup.

Pembahasan semacam ini tetap berguna sebagai wawasan lintas waktu, bukan sekadar kabar sesaat.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram