Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Begini Cara DIY Genjot Lama Tinggal Wisatawan

Oleh: Redaksi Bernas•14 Februari 2019
Begini Cara DIY Genjot Lama Tinggal Wisatawan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Lama tinggal wisatawan jogja..."

🗓️ Dipublikasikan pada 14 Februari 2019.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

YOGYA, BERNAS.ID– Dinas Pariwisata (Disparitas) Daerah Istimewa Yogyakarta akan meningkatkan lama tinggal wisatawan. Salah satu caranya dengan menggelar pertunjukan malam secara rutin di sejumlah destinasi wisata di daerah itu selama 2019.

“Kami akan menghidupkan suasana malam di Yogyakarta dengan pertunjukan dan atraksi wisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, Jumat (15/2/2019).

Menurut Singgih, meski terus meningkat, lama tinggal wisatawan atau “length of stay” (LOS) di DIY masih terbilang rendah. Hingga saat ini rata-rata lama tinggal wisatawan baik mancanegara maupun domestik mencapai 2,1 hari.

“'Memang dari tahun ke tahun 'LOS' mengalami peningkatan namun tidak signifikan,” kata dia.

Ia mengatakan bersama para pemangku kepentingan di lima kabupaten/kota Dispar DIY akan menggalakkan pertunjukan atau atraksi budaya di malam hari.

Masing-masing destinasi wisata di DIY akan

Singgih memaparkan, salah satu contoh pertunjukan di malam hari yang akan secara rutin lagi dikembangkan adalah pementasan Legenda Sugriwa-Subali di Gowa Kiskendo, di Desa Jatimulyo, Kulon Progo.

Kisah manusia kera yang populer dalam wiracarita Ramayana itu, menurut dia akan dirutinkan kembali pada malam hari sebulan sekali.

“Di Kabupaten Sleman juga akan kami hadirkan pementasan-pementasan di malam hari seperti di Tebing Breksi yang telah memiliki amphiteater terbuka. Di Bantul juga banyak lokasi di antaranya di Mangunan,” katanya.

Selama 2019 Dispar DIY menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara mencapai 5,9 juta orang.

Singgih optimistis target itu akan tercapai seiring operasional Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo pada 2019. Hal itu diyakini akan lebih banyak menarik wisatwan mancanegara ke kota gudeg.

“April nanti NYIA mulai dioperasikan secara terbatas dan di akhir 2019 mayoritas fasilitas bandara juga sudah digunakan.

Ini akan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke sini karena penerbangan langsung ke Yogyakarta akan bertambah banyak,” tandasnya. (den)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram