Warga RW 05 Sunter Kecewa, Sertifikat Warga Diklaim Kodam, BPN Diminta Buka Suara

JAKARTA, BERNAS.ID – Ketua RW 05 Sunter Jaya, Wan Syafrida, menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait polemik klaim tanah oleh Kodam di wilayahnya.
Ia menilai BPN bersikap kontradiktif karena di satu sisi telah menerbitkan sertifikat tanah bagi warga, namun di sisi lain menyatakan lahan tersebut masuk dalam klaim Kodam.
“Kami sudah puluhan tahun tinggal di sini, rata-rata warga menengah ke bawah.
Sertifikat itu pegangan kami, bisa dipakai untuk sekolah anak atau kebutuhan lain.
Tapi sekarang, digadaikan pun tidak bisa.
Apa gunanya sertifikat kalau begitu?” ujar Wan Syafrida, Rabu (10/9/2025).
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Baca Juga : Tokoh Desa Adat Jatiluwih Protes, Ada Restoran Berdiri di Lahan Sengketa
Oma, demikian Wan biasa disapa, menjelaskan, klaim ini mencakup ratusan rumah di tujuh RT wilayah RW 05.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolWarga yang terkena dampak merasa bingung dan cemas karena hak atas tanah mereka tiba-tiba dipertanyakan. “Kami hanya ingin kejelasan.
Kalau memang sertifikat sah dikeluarkan BPN, kenapa sekarang dibilang tanah Kodam?
Itu yang harus dibuka,” tegasnya.
Wan menambahkan, warga berencana menggelar perayaan 17 Agustus sebagai simbol protes sekaligus cara untuk menyuarakan persoalan ini agar mendapat perhatian publik.
“Kami ingin isu ini viral, supaya pemerintah, DPRD, hingga Presiden tahu kondisi kami.
Jangan sampai rakyat dibiarkan tidak berdaya,” katanya.
Baca Juga : Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Tegaskan Butuh Polri Tindak Mafia Tanah
Menurutnya, persoalan ini muncul setelah adanya rencana pembangunan jalan tol Semanan.
Warga sempat dijanjikan ganti untung, namun tiba-tiba keluar klaim Kodam yang membuat posisi warga makin terjepit.
“Awalnya ada rapat di kelurahan, katanya tanah akan diganti dengan harga di atas rata-rata. Tapi belakangan muncul klaim Kodam.
Ini jelas merugikan kami,” ungkapnya.
Ia berharap DPRD DKI, terutama anggota dewan dari dapil Tanjung Priok, tidak menutup mata dan bisa membantu memperjuangkan nasib warga.
“Kami minta wakil rakyat ikut bicara, karena kami tidak bisa melawan sendiri.
BPN dan pemerintah harus membuka masalah ini secara transparan,” tutupnya. (DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Andra Soni Nilai MRT Kembangan–Balaraja Penting untuk Urai Arus Pekerja Banten–Jakarta
Amankan Pangan, Dharma Jaya Datangkan 3.139 Sapi dari Australia
Andra Soni Nilai MRT Kembangan–Balaraja Penting untuk Urai Arus Pekerja Banten–Jakarta
Amankan Pangan, Dharma Jaya Datangkan 3.139 Sapi dari Australia
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
Transformasi Digital Perpajakan Sultra Panduan Strategis Daftar NPWP Online untuk Gener...
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di dk jakarta
Semantic Authority Linker
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda