Tempuh Jalur Hukum, PT Tirta Digital Indonesia Minta Tanggung Jawab Direksi dan Komisaris PT ICG Soal RUPS

JAKARTA, BERNAS.ID – PT Tirta Digital Indonesia (PT TDI), melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Taufik Nasution & Partners, tengah menempuh langkah-langkah hukum guna meminta pertanggungjawaban direksi dan dewan komisaris PT Indonesia Capital Group (PT ICG).
Langkah ini diambil menyusul adanya ketidakterbukaan informasi perusahaan dan belum dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sejak PT ICG berdiri.
Kuasa Hukum PT TDI, Taufik Hidayat Nasution, SH, MH dan Hugo S.
Tambunan, SH, menyatakan bahwa mereka ditunjuk berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 29 April 2025 untuk mewakili kepentingan hukum kliennya sebagai pemegang saham di PT ICG.
Pada 13 Mei 2025, tim hukum PT TDI telah mencoba menyerahkan surat somasi pertama sekaligus permintaan penyelenggaraan RUPS kepada Direksi PT ICG di lokasi yang sebelumnya diketahui sebagai kantor operasional PT ICG, yakni di One Umalas, Badung, Bali.
Namun, berdasarkan temuan di lapangan, lokasi tersebut tidak lagi digunakan, dan keberadaan kantor pusat perusahaan tidak diketahui secara pasti.
Dashboard Investasi Real-Time — Gratis untuk Member BERNAS
Pantau IHSG, Crypto, dan Forex dalam satu dashboard. Analisis AI eksklusif untuk pembaca BERNAS.
Daftar Sekarang — Gratis →Baca Juga : Kelompok Peduli Pendidikan Kedokteran Nusantara Somasi Menteri Kesehatan
“Dalam upaya pencarian dan penyerahan dokumen, kami memperoleh informasi adanya aktivitas perusahaan di lokasi lain di kawasan Kuta Utara.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Namun, saat kami mendatangi tempat itu, tim kami mengalami hambatan berupa perlakuan yang kami nilai tidak profesional dari pihak keamanan,” ujar Taufik dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Karena kendala tersebut, pengacara PT TDI akhirnya mengirimkan dokumen somasi melalui jalur komunikasi elektronik kepada para pihak terkait, yakni Direktur PT ICG I Komang Jumena, Komisaris Utama Stanislav Sadovnikov, dan Komisaris Igor Maksimov.
Taufik menyebut bahwa hanya Komisaris Utama yang merespons dengan menyatakan telah menunjuk kantor hukum lain.
Namun, setelah dilakukan klarifikasi kepada firma hukum yang disebutkan, diketahui belum ada surat kuasa resmi yang diterbitkan oleh PT ICG kepada pihak tersebut.
Selanjutnya, PT TDI melalui kuasa hukumnya juga telah menyampaikan permintaan tertulis kepada dewan komisaris untuk menjalankan fungsi pengawasan, termasuk mendorong pelaksanaan RUPS sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Namun hingga kini, belum ada tanggapan atau langkah nyata dari pihak dewan komisaris.
“Sejak awal berdiri, belum pernah ada RUPS yang dilaksanakan oleh PT ICG.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai akuntabilitas keuangan perusahaan, terutama menyangkut distribusi deviden dan penggunaan dana dari hasil penjualan unit properti,” tambah Taufik.
PT TDI menyampaikan bahwa pihaknya mempertimbangkan untuk menempuh upaya hukum lanjutan, termasuk permohonan RUPS melalui pengadilan dan kemungkinan pengangkatan auditor independen guna mengaudit laporan keuangan PT ICG.
Langkah ini, menurut Taufik, semata-mata dilakukan untuk melindungi kepentingan hukum pemegang saham dan memastikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) tetap ditegakkan.
“Tentu saja, ini bukan semata-mata kepentingan satu pihak.
Jika dibiarkan, praktik-praktik yang tidak transparan dalam dunia investasi dapat merusak iklim usaha di Bali dan Indonesia secara umum, termasuk citra Indonesia di mata investor asing,” pungkas Taufik.
(DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Kebangkitan Kuliner Lokal 2026: Strategi Digital UMKM Yogyakarta Tembus Pasar Nasional Melalui Optimasi Rantai Pasok
Festival Budaya Nusantara 2026 Targetkan 1 Juta Kunjungan Wisatawan Digital Melalui Metaverse
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di hukum
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda