Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Tak Hanya Menjadi Sampah, Ampas Kopi Bisa Diubah Briket

Oleh: Paulus Yesaya Jati•8 Agustus 2026
Tak Hanya Menjadi Sampah, Ampas Kopi Bisa Diubah Briket
Foto: (foto: Ist)
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Inovasi di Yogyakarta mengubah ampas kopi menjadi briket dan quaker kopi menjadi minyak melalui program pengabdian masyarakat di Koke."
Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat

🗓️ Dipublikasikan pada 8 Agustus 2026.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lingkungan terbaru →

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Sebuah inovasi kreatif datang dari industri kopi di Kota Yogyakarta dengan mengubah ampas bubuk kopi menjadi briket atau kamper. Quaker kopi juga dapat disulap menjadi minyak yang dapat dipasarkan kembali.

Inovasi Pengolahan Limbah Kopi

Produk-produk ekologis ini dikembangkan melalui kolaborasi strategis Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat untuk Peningkatan Kesadaran Ekologi, Etika Lingkungan dan Filosofi Zero Waste pada Produk Olahan Kopi" yang diimplementasikan pada tahun 2026.

Kolaborasi Tim Pengabdian

Tim pengabdian ini dipimpin oleh Andhika Djalu Sembada dengan latar belakang Filsafat dan Etika. Ia didukung Danang Prasetyo yang berfokus pada pengembangan ecological citizenship serta Yarmanto yang menyusun strategi ekonomi sirkular. Sinergi ini didukung penuh oleh Yudhi Prasetyo, Founder Koke.

Target dan Harapan Program

"Program pengabdian masyarakat ini adalah manifestasi nyata dari Eco-Literacy dan Ecological Citizenship. Dengan mengubah limbah kopi menjadi value-added products seperti briket atau kamper dan bibit pewangi, harapannya Koke berdiri sebagai model percontohan nasional," ungkap Andhika Djalu Sembada.

Volume Penjualan dan Limbah Koke

Koke telah membuktikan diri sebagai unit usaha produktif pasca-pandemi dengan volume penjualan mencapai 5.000 pcs produk setiap bulannya. Namun, kesuksesan tersebut menyisakan akumulasi limbah padat yang menembus angka 0,8 hingga 1,5 ton per tahun.

Setiap hari aktivitas produksi menghasilkan 2–4 kg ampas kopi basah dan sekitar 2–3% biji quaker dari total proses sangrai.

Penerapan Teknologi Tepat Guna

Tim pengabdian mengintervensi lini produksi Koke dengan penerapan Teknologi Tepat Guna tingkat industri melalui SOP Zero Waste. Sebanyak empat perangkat utama diintegrasikan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari residu yang sebelumnya terbuang.

Perangkat yang Diintegrasikan

  • Mesin Press Briket
  • Mesin Oil Press
  • Oven Listrik
  • Alat Press Botol

Ampas bubuk kopi dikonversi menjadi briket atau kamper, sedangkan quaker kopi dikonversi menjadi minyak yang dapat dipasarkan kembali.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram