Syawalan Lintas Iman Pupuk Persahabatan Antar Umat Beragama

SLEMAN, BERNAS.ID – UIN Sunan Kalijaga (Suka) menggelar syawalan lintas iman dengan mengusung tema “Selaras dalam Menjalani Perbedaan” di Gedung Multipurpose, Prof Amin Abdullah, Senin (8/5/2023).
Syawalan ini menyampaikan pesan persahabatan antar umat beragama lintas iman seperti prinsip UIN Suka yang inklusif.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Al Makin mengatakan, UIN Suka bertekad menjadi kampus yang nyaman, rumah bagi semua iman dan semua golongan dan jamaah.
“Menjadi rumah yang nyaman bagi semuanya sesuai tradisi UIN Suka yang inklusif dan antariman.
Sudah ketiga kalinya kita mengadakan,” tutur Rektor.
Baca Juga Perkuat Peran Guru Dalam Ciptakan Lingkungan Pendidikan Toleran
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Ia mengatakan saat ini, orang beriman harus antariman.
Menurutnya, kalau orang beriman hanya menghargai atau bersahabat dengan sesama iman, kurang bagus. “Yang diundang dari katolik, USD, kristen protestan dari UKDW.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolDari Budhisme, Hindu Yogyakarta, dan Konghucu, serta kepercayaan.
Semua diundang untuk merayakan Idul Fitri,” katanya.
“Kita ingin merangkul semuanya agar Idul Fitri bisa dimaknai dengan orang yang imannya berbeda.
Pesan kita persahabatan antariman, persahabatan antarumat dan yang lebih tinggi ke kolaborasi,” imbuh Prof Al Makin.
Baca Juga Bertutur Melalui Cerita Jadi Cara Efektif Untuk Sampaikan Pesan Kebhinekaan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir mengapresiasi syawalan lintas iman UIN Suka Yogyakarta.
Ia menilai syawalan lintas iman akan memupuk semangat toleransi keberbedaan dalam beragama.
“UIN saya pikir bagus mengangkat apa yang hidup di masyarakat itu menjadi tradisi di perguruan tinggi.
Inilah yang harus terus kita rawat.
Dampak syawalan lintas iman ini, kita bisa merawat keberbedaan dalam beragama.
Harus kita pupuk semangat untuk toleransi,” tutur Haedar.
Ia menilai syawalan lintas iman memiliki pesan yang lebih jauh lagi, yaitu agama dan tokoh umat beragama semakin memproduksi nilai-nilai luhur bagi keadaban dan kemajuan bangsa.
“Agama bisa menjadi sumber kemajuan hidup yang tidak sekedar lahiriah dan rohaniah sehingga bisa memberi keseimbangan kemajuan bangsa,” tukasnya.
(jat)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Kebangkitan Kuliner Lokal 2026: Strategi Digital UMKM Yogyakarta Tembus Pasar Nasional Melalui Optimasi Rantai Pasok
Festival Budaya Nusantara 2026 Targetkan 1 Juta Kunjungan Wisatawan Digital Melalui Metaverse
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di di yogyakarta
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda