Sri Mulyani Sebut Tarif Trump Abaikan Ilmu Ekonomi

JAKARTA, BERNAS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan kebijakan tarif dagang Presiden Donald Trump tidak berdasar ilmu ekonomi.
Kebijakan tersebut menargetkan 60 negara, termasuk Indonesia.
Presiden Trump telah menetapkan tarif minimal 10 persen untuk semua impor, dengan Indonesia terkena tarif 32 persen.
Selain Indonesia, tarif serupa juga diterapkan pada negara-negara ASEAN, antara lain, Malaysia dan Brunei Darussalam 24 persen.
Baca Juga : Buka Sarasehan Ekonomi, Prabowo Singgung Tarif Trump dan Kemandirian Ekonomi
Kemudian Filipina 17 persen, Singapura 10 persen, Kamboja 49 persen, Laos 48 persen, Vietnam 46 persen, Myanmar 44 persen dan Thailand 36 persen.
Dashboard Investasi Real-Time — Gratis untuk Member BERNAS
Pantau IHSG, Crypto, dan Forex dalam satu dashboard. Analisis AI eksklusif untuk pembaca BERNAS.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolSri Mulyani menyatakan, “Kebijakan ini sama sekali bersifat transaksional dan mengabaikan landasan ilmu ekonomi.
ISEI saja yang diperlukan, karena hari ini ilmu ekonomi klasik tidak berguna.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam video yang beredar di media, Rabu (9/4/2025).
Menteri Sri menilai langkah Trump hanya bertujuan menutup defisit perdagangan tanpa memperhatikan keseimbangan ekonomi global.
Menurutnya, pendekatan ini pragmatis namun merugikan.
Baca Juga : Pekan Depan Airlangga Pimpin Tim Negosiasi Ke Amerika Serikat Bahas Pencabutan Tarif Trump
“Yang penting tarif duluan untuk menutup defisit.
Ini adalah situasi yang harus kita hadapi dengan pikiran terbuka dan kecepatan.
Kita harus cepat melakukan kebijakan yang bisa mengoreksi dan memanfaatkan peluang,” ujarnya.
Dalam hal ini, Menteri Sri mengingatkan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang memperingatkan bahwa dunia kini dipimpin oleh para realis dan pragmatis, bukan lagi oleh praktisi ekonomi klasik.
(DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Tunjukkan Komitmen Hadirkan Hunian Berkualitas, Sarana Jaya Hadirkan Warna Fine Living
Tunjukkan Komitmen Hadirkan Hunian Berkualitas, Sarana Jaya Hadirkan Warna Fine Living
Strategi Jitu Sumbar Sambut Indonesia Emas: Prodi Digital Global UNMAHA Buka Peluang Ka...
Riau Menuju Panggung Dunia: Strategi Mengisi Kesenjangan Digital dengan Karir Remote
Transformasi Digital Surabaya: Strategi Menembus Pasar Kerja Global dari Rumah
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di finance
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda